loading...
Sejumlah pelajar tergeletak pingsan saat mengikuti upacara HUT RI di Karanganyar Jumat (17/8/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Puluhan peserta upacara detik-detik peringatan hari ulang tahun (HUT) RI ke 73 yang  berlangsung di alun-alun Karanganyar, Jumat (17/08/2018), jatuh pingsan.Sebagian besar para peserta yang bertumbangan ini, berasal dari SMA/SMK yang ada di Karanganyar.

Pantauan di lapangan, ada sekitar 90 pserta upacara yang meninggalkan barisan akibat kelelahan. Para siswa yang pingsan dan kelelahan ini, kemudian dirawat dan diminta istirahat di posko PMI yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Suhu yang cukup panas ditambah para peserta yag tidak sarapan, membuat daya tahan tubuh menurun.

“Sebagian besar peserta upacara yang pingsan ini, karena tidak sarapan sebelum mengikuti upacara. Kita langsung melakukan perawatan, sedangkan yang kelelahan kita minta untuk istirahat. Meski banyak yang pingsan, namun tidak ada yang menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit,” ujar Parno, salah satu petugas PMI.

Baca Juga :  Agama Disebut Musuh Pancasila, Mantan Bomber Teroris Asal Karanganyar Sesalkan Pernyataan Kepala BPIP. Dinilai Bisa Picu Masyarakat Jadi Radikal

Sementara itu, pelaksanaan upacara bendera, dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, serta dihadiri seluruh unsur Forkompinda, anggota DPRD. Dalam upacara HUT  RI ini, sebanyak tiga orang mantan narapidana terorisme diundang untuk mengikuti jalannya upacara.

Dalam amanatnya, bupati Karanganyar mengatakan,munculnya paham-paham anti Pancasila, tampilnya sikap-sikap anti-NKRI, serta menggejalanya praktik-praktik terorisme, harus disikapi dan dihadapi dengan tegas.

“Sudah seharunya kita meneladani nilai-nilai kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata, dengan mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, toleran dalam bermasyarakat. Dan selalu semangat untuk bergotong royong, serta bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri,” kata bupati membacakan amanat gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Wardoyo