loading...
Loading...
Warga Desa Galeh, Tangen saat mengantri bantuan droping air bersih dari Kumpulan Wong Sragen (KWS) Minggu (12/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air bersih berkepanjangan yang melanda sebagian wilayah Sragen terus menggerakkan empati dari berbagai kalangan. Kali ini, komunitas terbesar di Sragen, Kumpulan Wong Sragen (KWS) yang melakukannya.

Kumpulan media sosial yang beranggotakan masyarakat Sragen dari berbagai penjuru itu, Minggu (12/8/2018) menggelar bakti sosial droping air bersih. Ketua Pusat KWS, Agus Raharjo melalui Humas KWS, M Put Iswahyudi mengungkapkan droping dilakukan ke dua dukuh di Desa Galeh, Kecamatan Tangen.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari Yang Tewaskan Bripka Kurniawan Kendarai Motor Verza. Sempat Dikejar Hingga Kebakkramat Lalu Menghilang 

Yakni Dukuh Gondang RT 5 dan 6 serta Dukuh Trumun RT 9 dan 10. Menurutnya,dua desa itu dipilih lantaran menjadi salah satu yang terparah hingga saat ini.

Bantuan droping itu langsung diserbu ratusan warga di dua dukuh tersebut.

Baca Juga :  SMK Citra Medika Sragen Borong 6 Penghargaan Nasional. Sapu Bersih 3 Juara di Kelompok Farmasi, Satu Siswi Sabet Juara Wirausahawan Muda

“Kebetulan sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Pak Lurah setempat. Bahwa dua dukuh itu memang sangat membutuhkan air bersih yakni di Dukuh Gondangbdan Trumun, ” terangnya.

Pengurus KWS Sragen saat menyalurkan air bersih dalam program KWS peduli di Desa Galeh, Tangen, Minggu (12/8/2018). Foto/Wardoyo

Ia mengatakan aksi bakti sosial KWS peduli itu digelar sebagai wujud kepedulian KWS terhadap musibah dan kesulitan yang sedang dihadapi saudara di wilayah krisis air bersih.

Baca Juga :  Biaya PTSL Sejumlah Desa Bermasalah, Bupati Sragen Tegaskan Biaya Rp 600.000 Sebenarnya Sudah Cukup. "Kalau Narik Lebih, Kita Tak Cawe-cawe!"  

KWS Pusat, kata dia,  mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh KWS cabang yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu dan para donatur lainya.

“KWS juga akan melaksanakan droping air bersih secara kontinyu dan setiap pergerakan akan selalu berkordinasi dengan BPBD Sragen. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih dan bantuan tepat sasaran,” tandasnya. Wardoyo

Loading...