loading...
Kades Pengkol, Haryono bersama Kapolsek Tanon AKP Heru Budiarto dan Kepala Puskesmas Tanon saat menyambangi jenasah korban gantung diri di Pengkol, Jumat (3/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi gantung diri Mbah Darmanto (78) Dukuh Bedono RT 13 itu Jumat (3/8/2018) pagi memang cukup menggemparkan warga. Sejumlah spekulasi pun berkembang soal misteri pemicu aksi nekat gantung diri yang dilakukan kakek malang itu.

“Enggak ada keluhan apa-apa. Hanya memang kondisinya sering sakit. Makanya banyak yang enggak nyangka Mbah Darman bisa senekat itu, ” ujar Min, tetangga korban.

Kades Pengkol, Haryono menyampaikan dari keterangan kerabat, korban memang sudah memiliki riwayat penyakit. Hal itu ditambah beban psikis akibat lilitan utang yang menjerat putranya.

Akibat terlilit utang, bahkan hingga kini sertifikat pekarangan milik korban bertahun-tahun masih berada di bank untuk jaminan dan belum bisa ditebus. Hal itulah yang diduga nembuat korban makin depresi hingga kemudian melakukan aksi tersebut.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Sragen Dinyatakan Sembuh Hari Ini. Masih Muda, Dari Kecamatan Gesi, Dinyatakan Sembuh Usai Berjuang Satu Bulan

“Sertifikat tanah pekarangan milik korban dibuat jaminan hutang oleh anaknya dan sampai sekarang belum keluar. Tapi korban memang punya riwayat sakit, ” tukasnya.

Kakek malang itu ditemukan meregang nyawa menggantung di pohon kluwih samping rumahnya. Data yang dihimpun di lapangan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban kali pertama ditemukan istrinya sendiri. Ia langsung histeris mendapati suaminya sudah tak bernyawa dalam kondisi menggantung.

Baca Juga :  33 Warga Kalikobok dan Tanon Sragen Dirapid Test, Hasilnya 2 Orang Dinyatakan Positif. Buntut Satu Kuli Panggul Pasar Kobong Asal Kalikobok Positif Terpapar Covid-19

Korban menggantung dengan tali yang diikatkan di dahan pohon. Jeritan istri korban membuat warga langsung berhamburan ke lokasi kejadian.

Tak lama berselang, tim Polsek Tanon dan Puskesmas datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP.

“Korban selama ini tinggal berdua dengan istrinya. Tadi pagi Mbah Wedok (istri korban) ke pasar dan pulang-pulang suaminya sudah menggantung, ” imbuh Haryono.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman membenarkan kejadian itu. Dari hasil olah TKP dan visum, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Korban murni meninggal akibat gantung diri.  Wardoyo