JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terkuak.. Sopir Truk yang Terguling dan Lukai 49 Warga di Sambungmacan Sragen, Ternyata Tak Punya SIM

Kondisi para korban yang luka ringan, saat dirawat di IGD Sragen, Rabu (30/8/2018) malam. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

 

Kondisi para korban yang luka ringan, saat dirawat di IGD Sragen, Rabu (30/8/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Fakta mengejutkan terungkap dari insiden kecelakaan truk pembawa warga Gabus, Ngrampal yang terguling di Plumbon, Sambungmacan Rabu (29/8/2018) malam. Sang sopir, Suparlan (41) ternyata diketahui tak punya Surat Izin Mengemudi (SIM).

Fakta itu diungkapkan Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasatlantas AKP Dani Permana Putra, Rabu (29/8/2018) malam.

“Dari hasil pemeriksaan, driver (sopir) truk itu ternyata tidak punya SIM B1. Waktu kami periksa, dia hanya punya sim A, itu pun sudah mati sejak 2014,” paparnya.

Baca Juga :  Duda Sebatang Kara asal Kalijambe Sragen Ditemukan Tewas di Rumahnya. Warga Sempat Curiga 3 Hari Tak Keluar Rumah

AKP Dani menguraikan sesuai ketentuan untuk mengemudikan truk, setidaknya harus mengantongi SIM B1. Tidak hanya itu, sopir asal Dukuh Nglaran RT 26, itu juga diketahui belum mahir dalam mengemudikan truk.

Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukannya SIM B1 milik sopir. Ia juga menyampaikan ketidakmahiran sopir itulah yang diduga membuatnya memacu truk tanpa terkendali.

“Truk juga tidak dalam kondisi overload. Tidak dalam mendahului atau papasan dengan kendaraan lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Dukung Satu Juta Vaksinasi, Polres Sragen Gelar Vaksinasi Massal Serentak di 20 Kecamatan Mulai Besok Pagi. Targetkan 5.570 Sasaran, Kerahkan 225 Petugas, Cek Jadwal Lengkapnya!

Ditambahkan, kasus kecelakaan itu tetap akan ditindaklanjuti. Tak menutup kemungkinan, apabila ditemukan unsur kelalaian, sopir bisa dijerat pidana.

“Hasil pengecekan dan olah TKP, tidak ada bekas pengereman. Makanya kasus tetap kita proses,” tandasnya.

Jumlah korban dilaporkan mencapai 49 orang dari 55 warga yang menumpang di truk nahas tersebut. Mereka berasal dari Dukuh Nglaran, Gabus, Ngrampal yang barusaja membesuk warga yang dirawat di RSUD Sragen. Wardoyo