
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) mengukuhkan komitmennya dalam peningkatan literasi dan edukasi keuangan digital di masyarakat. Upaya ini merupakan langkah untuk mendorong terbentuknya ekosistem fintech lending yang lebih sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.
Sebagai platform pinjaman daring yang berizin serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku memandang literasi keuangan sebagai fondasi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, aman dan sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif perusahaan dalam berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan bersama regulator, asosiasi industri, serta institusi pendidikan. Salah satunya melalui program Pindar Mengajar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta belum lama ini.
Dalam program tersebut, Indosaku mengusung filosofi “Transformasi Cerdas Menjadi Bijak”, yang menekankan pentingnya pemahaman keuangan tidak hanya dari sisi kecerdasan finansial, tetapi juga kemampuan menggunakan layanan keuangan digital secara tepat dan bertanggung jawab.
Direktur Utama Indosaku, Yulvina Napitupulu mengatakan pemahaman pengelolaan keuangan menjadi kebutuhan mendesak, khususnya bagi generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan layanan finansial digital.
“Pinjaman seharusnya dipahami sebagai salah satu instrumen finansial yang perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memahami kebutuhan, kemampuan pembayaran, serta risiko sebelum menggunakan layanan keuangan digital,” ujar Yulvina, sesuai keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Yogyakarta dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan literasi karena dikenal sebagai provinsi dengan karakteristik kota pendidikan dan konsentrasi mahasiswa dari berbagai daerah. Lingkungan akademik ini dinilai efektif untuk menjangkau kelompok usia muda, yang cenderung aktif menggunakan layanan keuangan digital dan berada dalam fase pembentukan kebiasaan finansial serta pengambilan keputusan ekonomi.
Selain memberikan edukasi di kalangan akademis di Yogyakarta, Indosaku juga sebelumnya melakukan sejumlah literasi diberbagai kesempatan. Berbagai program edukasi yang dijalankan Indosaku tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan layanan pinjaman daring legal yang berizin dan diawasi regulator dengan pinjaman online ilegal. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan layanan keuangan digital yang lebih sehat.
Melalui kolaborasi bersama OJK, AFPI, dan institusi pendidikan, Indosaku berharap upaya literasi keuangan ini dapat memperkuat pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan sesuai peruntukannya. Ke depan, Indosaku akan terus mendukung berbagai inisiatif literasi dan edukasi keuangan sebagai kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang inklusif, terpercaya, dan berkelanjutan. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














