JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Tak Mesti Lewat Jalur Hukum

Para mediator yang mengikuti sertifikasi

IMG 20180830 WA0011
Para mediator yang mengikuti sertifikasi

WONOGIRI–Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui 13 Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) inisiator menangani 3.367 kasus sepanjang tahun 2017.

Namun, tidak semua kasus tersebut perlu ditangani melalui hukum formal. Sebagian besar di antaranya dapat ditangani melalui upaya mediasi. Untuk mendukung tugas tersebut, KemenPPPA melakukan sertifikasi bagi para mediator pelaksana di daerah.

“Kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak dan menimbulkan dampak sengketa semakin meningkat. Dalam melayani perempuan dan anak yang berhadapan dengan hukum, UPTD PPA memiliki beberapa tantangan, yakni harus dapat mengurus penyelesaian perkara sengketa tersebut secara alternatif diluar pengadilan yang sifatnya murah dan ekonomis. Penyelesaian perkara sengketa tersebut juga ternyata dapat bersifat pidana maupun perdata yang dalam proses mediasinya harus dapat dipastikan hak–hak perempuan dan anak terlindungi dan terjamin,” ujar Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Vennetia R. Danes dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (30/8/2018).

Baca Juga :  Dugaan Korupsi PD BKK Eromoko Wonogiri 470 Juta, Tersangka dan BB Diserahkan ke JPU Menyusul Segera Pelimpahan ke PN Tipikor Semarang

Sertifikasi mediator, sebut dia, merupakan prasyarat atas penerbitan berita acara perdamaian yang menjadi tujuan dari pelaksanaan upaya mediasi. Sertifikasi mediator diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para petugas mediasi UPTD PPA agar menjadi mediator yang kompeten dalam penanganan perkara sengketa yang melibatkan perempuan dan anak. Dengan demikian, upaya mediasi secara profesional membuat layanan UPTD PPA menjadi terstandar di seluruh Indonesia. Masyarakat tidak perlu ragu untuk meminta layanan UPTD PPA untuk penyelesaian kasusnya.

“Fungsi layanan UPTD PPA adalah menerima pengaduan masyarakat, menjangkau korban, menyediakan tempat penampungan sementara, memberikan mediasi, dan mendampingi korban,” kata dia.

Baca Juga :  Begini Hukuman bagi Warga yang Kedapatan Tidak Memakai Masker di Wonogiri, Sebagian Besar Terjaring Razia Tim Gabungan, Baru Beberapa Jam Sudah Menindak Belasan Pelanggar

Sampai saat ini, sudah terdapat 24 UPTD PPA yang terbentuk. Sebanyak 11 UPTD PPA berada di wilayah Provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sedangkan 13 UPTD PPA lainnya tersebar di wilayah Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Bireuen, Kota Metro, Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sleman, Kota Denpasar, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Luwu Utara.

Mengingat proses yang masih berjalan, masih banyak daerah yang mengupayakan pembentukan UPTD PPA. Diharapkan layanan perlindungan ini dapat tersebar merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Aris Arianto