loading...

Tim Inafis Polres dan Polsek Sragen saat melakukan olah TKP di kamar 212 tempat pria yang ditemukan tewas saat kencan. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Insiden tewasnya Tukiman (56) pria paruh baya asal Banaran, Sambungmacan saat ngamar berdua dengan teman wanitanya di Hotel Martonegaran 2, Kamis (30/8/2018) malam menyisakan cerita lain. Tidak hanya kejadiannya pada malam Jumat, korban ternyata juga ditemukan di kamar dengan nomor 212.

Menurut data di Mapolres Sragen Jumat (31/8/2018), korban diketahui datang ke hotel sekira pujullkul 17.15 WIB. Pria yang berprofesi sebagai pedagang asal Dukuh Butuh, Banaran itu datang dengan teman wanitanya, Sulastri (53) asal Kedunggayam, Tunggul, Gondang.

Korban memboncengkan teman wanitanya itu dengan motor Yamaha Jupiter MX warna hitam putih, nopol terpasang B-3747-SLJ.

Setiba di Hotel Martonegaran 2, korban langsung datang dan memilih kamar 212. Kamar itu terletak di lantai 2.

“Sekira pukul 17.30 WIB, korban mendadak muntah-muntah dan mengeluh bahwa kepalanya pusing. Kemudian saksi memanggil petugas hotel dan melapor Polsek,” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman Jumat (31/8/2018).

Korban dan teman wanitanya itu diketahui datang ke hotel sekira pukul 17.15 WIB. Selanjutnya, mereka menyewa salah satu kamar di Hotel Martonegaran 2 yang berlokasi di Jl. Raya Sukowati, No.454, Sragen Wetan itu.

Loading...

Menurut keterangan petugas hotel, Sugeng Riyadi (53) saat diinterogasi petugas kepolisian, selang 30 menit kemudian Sulastri melapor kalau korban muntah-muntah dan mengeluh pusing. Sejurus kemudian korban ambruk tak sadarkan diri.

“Sempat dilarikan ke IGD Amal Sehat, namun tidak terselamatkan. Dari keterangan pihak keluarga, korban memang punya riwayat sakit hipertensi dan vertigo,” papar Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi.

Saat ditanya, apakah korban tewas akibat overdosis, Mashadi mengaku tidak ada tanda-tanda mengonsumsi obat kuat. Perihal korban apakah sempat berhubungan dengan teman wanitanya, Kapolsek memastikan saat kejadian, korban ditemukan dalam kondisi masih berpakaian dan tidak telanjang.

“Dari olah TKP tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan. Juga tidak ada obat kuat,” terangnya.

Karena keluarga sudah menerima, jenasah korban akhirnya diserahkan untuk dimakamkan. Wardoyo

Loading...