JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tragis,  Mandi di Sungai, Gisel Ditemukan Tewas di Kedung Samin Karanganyar 

Jasad Gisel saat dievakuasi seusai ditemukan tenggelam di Sungai Kedung Samin. Foto/Wardoyo

IMG 20180803 072830 771x454
Jasad Gisel saat dievakuasi seusai ditemukan tenggelam di Sungai Kedung Samin. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Nasib tragis dialami Gisela Nita Setyo Putri. Bocah berusia 9 tahun adal Dukuh Dukuh RT 1/3, Gantiwarno, Matesih, Karanganyar itu membuat gempar warga setelah ditemukan tewas di Sungai  Kedung  kali Samin dukuh setempat, Kamis (2/8/2018) siang.

Gisel begitu sapaannya ditemukan mengambang dalam posisi telungkup di sungai. Siswi kelas III SD itu dikabarkan sempat hilang dan pamit mandi ke sungai.

Data yang dihimpun, jasad siswi malang itu ditemukan kali pertama oleh Patmo Sarno (70) saat mencari keberadaan Gisel pukul 14.00 WIB. Ia menemukan bersama dua tetangga, Suwarso dan Ngadino.

Baca Juga :  Karanganyar Kehilangan 2 Tokoh Besar, Gunawan Wirosaroyo dan Dr Sutiyono. Salah Satunya Karena Terpapar Covid-19

Penemuan berawal dari kepanikan ibu korban, Sarwini yang tak melihat putrinya siang itu. Dalam kondisi cemas,  ia kemudian meminta tolong para saksi mencari putrinya yang sempat diketahui mandi di sungai Kedung Samin.

Setelah dilakukan penyisiran, jasad siswi itu ditemukan tewas dalam keadaan tertelungkup di dasar sungai.

Setelah itu, jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah. Isak tangis histeris mengiringi penemuan jasad bocah itu.

Baca Juga :  Pengakuan Mengejutkan Pria Maniak Kimcil asal Sukoharjo Tega Setubuhi Siswi SD dengan Janji Bayaran Rp 1 Juta. Ternyata Terobsesi Karena Ini!

Tak lama berselang,  tim kepolisian dan Puskesmas tiba untuk melakukan visum dan identifikasi. Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto melalui Kasubag Humas AKP Suryanto memastikan dari hasil olah TKP dan visum, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Korban diduga meninggal akibat tidak bisa berenang. Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad korban kemudian diserahkan untuk dilakukan pemakaman, ” terangnya. Wardoyo