JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

680 Personel Polres Sragen Dikerahkan Kawal Operasi Pileg-Pilpres Selama 13 Bulan. Patroli Akun Medsos Diperketat 

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat memimpin apel gelar pasukan kesiapan Pileg Pilpres, Rabu (19/9/2018). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat memimpin apel gelar pasukan kesiapan Pileg Pilpres, Rabu (19/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Polres Sragen akan mengerahkan 2/3 kekuatan untuk pengamanan tahapan Pileg dan Pilpres yang akan digelar serentak 17 April 2019 mendatang. Sebanyak 680 personel di Polres Bumi Sukowati akan dikerahkan mengamankan operasi terpanjang yang akan berlangsung selama 13 bulan tersebut.

Hal itu terungkap dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata 2019 yang digelar di Mapolres Sragen, Rabu (19/9/2018) pagi. Kapolres mengungkapkan 680 personel itu akan dikerahkan sejak penetapan daftar caleg tetap (DCT) hari ini 20 September 2018 hingga tahapan coblosan Pileg dan Pilpres 17 April mendatang.

“Gelar pasukan ini untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasana yang sudah digunakan. Karena rangkaian operasi Mantab Brata ini cukup panjang hampir 13 bulan dari penetapan DCT besok sampai pencoblosan 17 April 2019,” papar Kapolres.

Baca Juga :  Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Menurutnya, operasi sudah akan dimulai dengan pengawalan tahapan kampanye yang dimulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Panjangnya masa kampanye yang hampir 7 bulan, dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan. Meski demikian, pihaknya sudah mengangisipasi dan mengidentifikasi kerawanan yang mungkin terjadi di setiap tahapan.

Tak hanya kesiapan pengamanan, Kapolres juga mengajak semua elemen untuk menciptakan suasana dan budaya berdemokrasi yang baik serta bermartabat. Menghindari kata hoax, ujaran kebencian, dan hal yang rawan memicu konflik, juga sangat diharapkan.

Baca Juga :  Kecelakaan Terbaru Sragen, Kesenggol Grandmax, Pengendara Motor Scoopy Asal Karangmalang Luka Parah dan Patah Bahu

“Hindari kata hoax atau menyerang, karena itu berpotensi menimbulkan polarisasi di antara masyaratan dan  perpecahan,” terang Kapolres.

Menurutnya, 680 personel itu akan ditugaskan mengawal setiap tahapan sesuai dengan kerawanan dan kebutuhan di lapangan. Mereka akan ditempatkan hingga ke TPS pada hari coblosan April 2019.

Terkait media sosial, Kapolres menambahkan tahapan kampanye yang panjang memang menimbulkan kerawanan penyebaran hoax, fitnah dan konten bersifat mendiskreditkan. Sebagai antisipasi hoax, Polres akan mengawasi secara intensif aktivitas di media sosia

“Dari Polda dan m Polres nanti akan mengerahkan cyber patrol dan tegas akan kita lakukan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran terhadap UU ITE,” tukasnya. Wardoyo