loading...

Joglosemar/A Setiawan

SRAGEN – Bencana kekeringan melanda sebagian daerah di Kabupaten Sragen bagian utara. Hal ini sebagai dampak musim kemarau yang cukup panjang sehingga warga sulit untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Kekeringan menjadi langganan setiap tahun bagi sebagian warga Sragen Utara. Menurut pengamatan tim ACT yang terjun ke lokasi di Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen, beberapa kawasan sudah kesulitan karena sumber air mulai mengering.

Masih ada air di sebagian sumur warga akan tetapi air tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pak Slamet (48) warga setempat menjelaskan,

“Akhir bulan ini musim kemarau masih cukup panjang, sumur warga mengering, masih ada sedikit air bersih, tapi itupun mengandung kapur,” tutur Slamet (48) sebagaimana dikutip Khoirul Hudah (ACT Solo) dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Dijelaskan, kondisi serupa juga terjadi di Desa Galeh Kecamatan Tangen, di mana rata-rata sumur galian di dusun tersebut  sudah mengering. Warga setempat sudah sejak Juli kemarin mengandalkan kiriman truk tangki air.

Loading...

Tak dapat dipungkiri sebagian besar warga terpaksa harus menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membeli air demi keperluan sehari-hari.

“Sampai saat ini tim ACT Solo terus melakukan kunjungan ke daerah-daerah kekeringan se-Solo Raya. ACT Solo berkomitmen akan membantu semaksimal mungkin dalam program Bantuan Air Bersih serta pembangunan Wakaf sumur seperti yang ada di Wonogiri di daerah Jatisrono,”  ujar Haryadi Tim Partnership dan Program ACT Solo.

Jumat (14/9/2018) besok,  ACT Solo yang bekerja sama dengan BNI Syariah Cabang Solo akan menyalurkan yang air bersih sebanyak 15.000 liter sebagai bukti simbolis komitmen untuk membantu bencana kekeringan di area Solo Raya. #suhamdani

Loading...