loading...
Loading...
Tes HIV/AIDS di Pasar Bunder. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penyebaran virus HIV/AIDS di Sragen semakin mengkhawatirkan. Tak hanya kalangan risiko tinggi, penyebaran AIDS ternyata juga sudah ditemukan di kalangan pedagang pasar, pengamen maupun anak jalanan.

Hal itu terungkap dari hasil tes VCT yang digelar Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Sragen terhadap para pedagang pasar, sopir, anak jalanan, gelandangan hingga pengemis di sekitar Pasar Bunder.

“Kemarin dari kegiatan tes yang kita lakukan di Pasar Bunder, dari sekitar 35 yang dites, ada dua yang positif,” papar Pengelola Program KPA Sragen, Wahyudi, belum lama ini.

Baca Juga :  Bripda Galang Putra, Mantan Ajudan Kapolres Terbaik Sragen Yang Sukses Antar Polres Sragen Juara 2 Satgas Nusantara se-Polda Jateng 

Ia menuturkan kalangan pasar, pedagang, sopir, pengamen dan anak jalanan menjadi sasaran sosialisasi dan tes, lantaran mereka juga masuk kelompok risiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Selain dites VCT, mereka juga diberikan sosialisasi terkait pengertian HIV/AIDS, bahaya dan pencegahannya.

Wahyudi menambahkan kegiatan sosialisasi dan tes itu akan terus digencarkan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di Sragen.

Baca Juga :  Demam Dukungan Untuk Jokowi, 2 Desa di Sragen Deklarasikan Jadi Desa Jokowi. Target Kemenangan di Atas 70 % di Sragen 

Sementara pantauan di lokasi, hampir sebagian yang mengikuti tes memang didominasi anak jalanan, gelandangan, pengamen keliling, sebagian sopir hingga pedagang.

“Belum pernah tes Mas. Baru kali ini. Takut suntik. Belum tahu juga AIDS itu apa,” ukar Suti (50) pengamen keliling asal Jenar yang sering mangkal di Pasar Bunder dan sekitarnya.  Wardoyo

Baca Juga :  Jenasah Korban Pembantaian di Gondang Sragen Dievakuasi Pakai Ambulans Kuning ke RSUD. Warga Padati Rumah Duka 

 

 

 


Loading...