JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Beban Hidup Makin Berat, Ketua Paguyuban Angkot Sragen Nekat Kirim Surat Pribadi ke Presiden Jokowi 

Samiyo, saat menunjukkan surat pribadinya untuk Presiden Jokowi, di kantor Pos Sragen, Selasa (18/9/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Samiyo, saat menunjukkan surat pribadinya untuk Presiden Jokowi, di kantor Pos Sragen, Selasa (18/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Maraknya jasa angkutan berbasis online semakin membuat kehidupan pengemudi angkutan resmi, makin menjerit. Seolah tak kuasa menahan beban hidup dan jeritan hati, Ketua Paguyuban Angkutan Perkotaan (Angkot) Jalur 1 Sragen, Samiyo (52) nekat berkirim surat ke Presiden RI, Joko Widodo.

Surat pribadi itu dikirimkan Samiyo melalui Kantor Pos Sragen, Selasa (18/9/2018). Surat yang dimasukkan dalam stopmap coklat itu ditujukan dengan alamat untuk Presiden Jokowi di Istana Negara jalan Kebon Sirih No. 14, RT 11/2.

“Surat ini kami kirimkan ke Pak Presiden Jokowi untuk minta keadilan. Ini surat pribadi saya selaku pengemudi angkutan resmi. Intinya soal program pemerintah, dan menurut saya hanya Pak Presiden yang bisa menjawab,” papar Samiyo seusai menyerahkan suratnya ke petugas Kantor Pos Sragen.

Baca Juga :  Kunker, Hari Ini Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Kawasan Industri Batang

Soal isi suratnya, Samiyo enggan membeberkan terlebih dahulu. Ia hanya menyebut bahwa surat itu terkait kehidupan keluarganya yang secara langsung berubah drastis akibat kebijakan Presiden.

Ia mengaku akan membuka dan membeberkan secara gamblang jika nanti sudah ada jawaban dan balasan dari Presiden.

“Apa isinya dan permintaanya, mohon maaf masih rahasia. Setelah terbalas nanti akan saya uraikan,” tukasnya.

Ia memberanikan diri menulis surat ke Presiden karena dorongan hati nuraninya sebagai warga dan pengemudi. Samiyo yang tinggal di Kampung Widoro Jalan Kenanga No 43, RT 13 Sragen Wetan, Sragen itu sangat berharap surat itu bisa dibaca langsung dan menjadi pertimbangan Presiden untuk mengambil kebijakan.

Baca Juga :  Ketakutan, Penjual Warung Swike Masaran Sragen Langsung Masuk Rumah Saat Pergoki Puluhan Orang Berkumpul dan Merusak Tugu PSHT

“Karena apa yang saya sampaikan itu juga dirasakan banyak masyarakat luas. Ini murni dari hati nurani,” terangnya.

Surat tersebut ia kirimkan dengan biaya Rp 15.000 hasil narik sejak pagi hingga siang pukul 13.00 WIB. Samiyo menceritakan sejak pagi, ia narik angkotnya mendapat Rp 17.000, yang Rp 15.000 untuk biaya kirim surat dan sisa Rp 2.000 untuk membeli es.

Menurut petugas kantor Pos Sragen, surat itu diperkirakan sampai di alamat tujuan paling lama tiga hari.

“Mudah-mudahan bisa langsung dibaca Pak Presiden dan segera terbalas,” harapnya. Wardoyo