loading...

Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi (2 dari kanan) bersama Ketua Dewan Penasehat, Edi Indriyanto saat memberikan keterangan pers di acara Pendadaran Calon Warga Baru PSHT di Stadion Taruna Sragen, Minggu (2/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sebanyak 1.497 calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen mengikuti pendadaran menuju tingkat I tahun 2018, Minggu (2/9/2018). Mereka datang dari 17 ranting kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Sragen.

Ribuan calon warga itu memadati Stadion Taruna untuk mengikuti ujian pendadaran yang digelar serentak tersebut. Pendadaran dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus PSHT Madiun Cabanh Sragen mulai dari Ketua Cabang, Jumbadi, Dewan Penasehat Edi Indriyanto hingga jajaran pengurus lainnya.

Edi menyampaikan pendadaran itu diikuti 1.497 peserta dari semua kecamatan minus Ngrampal, Jenar dan Gondang. Ribuan calon warga baru PSHT itu akan dites teknik dasar dan jurus-jurus PSHT yang sudah diajarkan sebelumnya.

“Ini juga sebagai persiapan mereka untuk dapat dilakukan pengesahan. Kalau mereka lulus, mereka masih akan mengikuti dua kegiatan lagi yaitu pembekalan dan tes ayam pada 22-23 September nanti. Setelah lulus semua, baru mereka akan diwisuda pada 27 September dan sah menjadi warga PSHT tingkat I,” papar Edi didampingi Jumbadi di sela memantau ujian.

Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi saat memantau ujian pendadaran ribuan calon warga baru. Foto/Wardoyo

Pendadaran dilakukan dengan tes fisik untuk menguni kemampuan peserta dalam memeragakan materi jurus dan teknik dasar pencak silat ajaran PSHT. Menurutnya, materi dan teknik silat PSHT Sragen pusat Madiun sendiri sudah dipatenkan di Kemenkumham.

Dengan tambahan 1.497 calon warga baru, hingga kini jumlah warga PSHT Madiun cabang Sragen tercatat sudah mencapai 51.000 lebih. Edi menyebut sebelumnya jumkah warga PSHT yang dipimpin Jumbadi sudah mencapai angka 50.000 orang.

Loading...

Dengan jumlah yang terus bertambah dan cukup banyak itu, ia berharap akan berbanding lurus dengan peningkatan prestasi PSHT di Sragen.

Pendadaran calon warga baru PSHT Sragen. Foto/Wardoyo

Ketua PSHT Madiun Cabang Sragen, Jumbadi juga menekankan pentingnya semangat menjaga guyub rukun di kalangan warga PSHT maupun calon warga baru. Ia sangat berharap polemik perpecahan dengan munculnya sempalan PSHT poros Jogja-Jakarta yang di Sragen diketuai Surtono, tak jadi masalah. Sebaliknya ia berharap bisa luruh dan guyub rukun menyatu kembali.

“Semua prinsipnya masih sama-sama saudara. Kita menghormati kalau mereka masih kukuh dan mengakui keyakinan mereka. Tapi yang perlu digarisbawahi bahwa menurut sejarahnya, PSHT itu ya sumbernya dan lahirnya memang dari Madiun,” tandasnya. Wardoyo

Loading...