JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Derita Warga Sragen Utara Belum Berakhir. Berhari-hari Tunggu Bantuan, 10 Tangki TAB Jadi Rebutan

Dermawan asal Gemolong, Tri Agus Bayuseno saat membantu menyalurkan air bersih di Galeh, Tangen. Foto/Wardoyo
Dermawan asal Gemolong, Tri Agus Bayuseno saat membantu menyalurkan air bersih di Galeh, Tangen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penderitaan warga di Sragen Utara dampak kekeringan berkepanjangan tak jua berakhir. Bahkan, di tengah kerinduan warga, bantuan droping air yang selama ini diharapkan makin hari makin lama datang.

Seperti yang dirasakan warga di beberapa wilayah krisis air di Kecamatan Tangen. Mereka makin merana karena air makin sulit didapat. Penderitaan diperparah dengan bantuan droping dari Pemkab yang sudah berhari-hari dinantikan tak datang dan mencukupi semua warga.

“Alhamdulillah, akhirnya ada yang mbantu juga. Sudah 10 hari nggak ada bantuan yang datang. Senang rasanya Mas,” ujar Mbah Paikem, warga Dukuh, Katelann Tangen.

Apa yang dilontarkan nenek paruh baya itu memang cukup beralasan. Keterbatasan armada dan banyaknya daerah kekeringan yang harus dilayani, membuat bantuan droping rutin dari Pemkab lewat Dinsos maupun BPBD, dimungkinkan tak setiap hari bisa dinikmati.

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Karenanya tak heran, warga sangat merindukan bantuan air demi menyambung kehidupan mereka. Ada 10 tangki air bersih bantuan dari dermawan asal Gemolong, Tri Agus Bayuseno yang turun digelontorkan ke wilayah Tangen, Senin (17/9/2018).

Pengusaha muda asal Gemolong itu bahkan terjun sendiri mengawal dan membantu menyalurkan air bersih untuk warga. Sepuluh tangki itu diperbantukan untuk beberapa desa terparah di antaranya Desa Ngromvo, Galeh, Katelan dan Dukuh, Kecamatan Tangen.

Bantuan droping itu merupakan program rutin dari TAB Peduli Sukowati yang sudah dimulai sejak krisis air melanda di beberapa wilayah Sragen beberapa bulan silam.

Baca Juga :  Meninggal Terpapar Covid-19, Ustadz Muda Sragen, Habib MA Tinggalkan Satu Istri dan 4 Anak. Dikenal Baik dan Sosok Cerdas
Mbah Paikem menggendong tempayan sambil tersenyum usai mendapat bantuan air bersih. Foto/Wardoyo

Bayu mengungkapkan bantuan droping kemarin disebar di antaranya di RT 10, Desa Katelan, dan beberapa dukuh di wilayah terparah seperti Desa Ngrombo dan Galeh.

“Ini wujud kepedulian kami terhadap kesulitan dan problem sosial yang dialami masyarakat Sragen. Lewat program TAB Peduli itu kami memang berupaya secepat mungkin merespon apa keluhan dan persoalan warga di lapangan yang bisa kami selesaikan. Dan program bantuan air bersih ini sudah rutin kami lakukan setiap sepekan sekali menyebar ke semua wilayah yang kekeringan. Harapannya sekecil apapun kegiatan kami, sebisa mungkin bisa meringankan beban masyarakat dan bermanfaat,” tuturnya. Wardoyo