loading...

Tribunnews

JOGJA  – Bagi masyarakat yang pernah tinggal di Yogyakarta era 1990-an tentu akan heran saat melintas di Jalan Malioboro. Di ujung selatan, sisi barat jalan dulu terdapat bioskop yang legendaris, yakni bioskop Indra.

Namun bioskop itu kini sudah lenyap dan kawasan itu telah beralih wujud mwnjadi lapak-lapak PKL. Lapak PKL sudah siap, namun PARA PKL mengaku belum mendapat sosialisasi dan pengarahan dari Pemkot Yogyakarta.

Wakil Ketua Koperasi Tridharma Paul Zulkarnain menegaskan hal tersebut.

“Belum ada sama sekali. Saya dengar kalau Indra sudah jadi, itu baru diumumkan,” bebernya Senin (10/9/2018).

Paul menambahkan, dirinya juga belum tahu apakah ia beserta 1.035 orang lain yang tergabung dalam organisasinya, termasuk yang bisa menikmati lapak baru mereka yang ada di eks-Bioskop Indra tersebut.

“Kami memang menyuarakan ditata yes, digusur no. Tapi kami masih punya harapan agar bisa tetap berjualan di tempat kami yang sekarang karena lalu lalang pengunjung lebih banyak di sini,” bebernya.
Ketika nanti pihak Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak mereka untuk berkoordinasi, Paul menuturkan bahwa ia bersama anggota yang lain meminta solusi kepada pemerintah.

Loading...

“Minta solusi agar tetap bisa jualan, tetap bisa makan. Kami akan selalu mengikuti aturan yang ada soal ketinggian dan lebar lapak di sini,” janjinya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan bahwa pihaknya segera mengajak seluruh stakeholder di Kawasan Malioboro untuk melakukan koordinasi dan komunikasi.

“Sambil menunggu proses fisik di Malioboro rampung, kami akan mengajak komunikasi dengan mereka, baik toko maupun PKL yang hidup di Malioboro,” bebernya

Ia pun meminta dukungan semua pihak agar ikut membantu penataan Kawasan Malioboro menuju area semi pedestrian di tahun 2019 mendatang.

Tak terkecuali PKL yang nantinya akan direlokasi ke eks-Bioskop Indra yang hingga kini proses pembangunannya terus dilakukan.

“Saya berharap semua bisa menerima. Nanti kita nunggu statistik dulu terkait PKL mana saja yang bisa masuk ke sana,” jelasnya.

Ia pun meminta agar ada beberapa PKL Kuliner yang ditempatkan di eks-Bioskop Indra.

Selanjutnya, untuk para PKL yang tidak bisa menempati eks-Bioskop Indra, diharapkan Heroe agar bisa lapang dada dan bersabar.

“Komunitas PKL harap sabar dan tidak melakukan sesuatu yang sifatnya kontra konduktif. Pemkot akan melakukan penataan dengan bijak,” tambahnya.

Terkait informasi mengenai jual beli lapak PKL, Heroe menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui kebenaran hal tersebut.

Ia menjelaskan, ranah Pemerintah Kota Yogyakarta adalah melakukan penataan dan bukan fokus untuk mendalami jual beli lapak PKL yang santer beredar.

“Kami tidak tahu. PKL dan Komunitas harapannya tidak seperti itu. Mereka kami minta agar sadar, bahwa ketika melakukannya maka mereka sendiri yang rugi. Saat kami lakukan penataan, mereka tidak bisa protes dan menganggap itu hak milik mereka,” imbuhnya. #tribunnews

Loading...