JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Hati-hati, Postingan Medsos Bisa Masuk Portofolio, ini Penjelasannya

Triawati
Triawati

SUKOHARJO– Generasi milenial saat ini hidup dalam kepungan media sosial. Untuk itu, mereka harus hati-hati karena setiap postingan di media sosial bisa dimasukkan dalam portofolio dan menjadi pertimbangan dalam pekerjaan.

Kepala Kebijakan Publik Twitter Indonesia, Agung Yudha menjelaskan, tidak sedikit kaum milenial saat ini gemar berpendapat di akun media sosial miliknya. Untuk itu, generasi milenial harus bijak dalam membuat postingan di akun media sosial.

“Pertimbangkan saat kalian nge-tweet. Pikirkan, postingan kalian berguna atau tidak. Saat ini, para Human Resources Development (HRD) memantau media sosial pekerjanya atau calon pekerja yang akan direkrut. Ini penting karena media sosial bisa jadi portofolio anda,” urainya dalam Seminar PWI Road to Campus bertajuk Generasi Milenial Optimistis Menatap Perubahan, Kamis (27/9/2018), di Auditorium Mohamad Djazman Universitas Muhammad Surakarta (UMS).

Selain itu, berdasarkan riset yang ditangkap dari pengguna Twitter di Indonesia, terdapat fenomena bahwa generasi milenial lebih mendengarkan opini teman sebayanya. Dan tidak terlalu peduli terhadap nasihat orangtua.

Baca Juga :  BKKBN RI Ganjar Solo Manggala Karya Kencana

“Milenial lebih mementingkan pencitraan di kalangan teman-temannya. Ini yang membuat mereka rentan terpengaruh wacana di media sosial. Generasi milenial seringkali terlibat perdebatan tentang suatu hal yang bukan dikuasai atau yang disenangi. Tapi mereka tetap meladeni karena ingin terlihat paham ke semua orang,” imbuh Agung.

Platform Twitter sendiri bersifat live, public, dan conversational. Maka fenomena apapun yang sedang terjadi di belahan dunia manapun dapat segera diketahui semua orang. Fenomena tersebut juga bisa menjadi bahan pembicaraan pengguna di seluruh dunia.

“Twitter di Indonesia penggunanya tidak banyak dibanding media sosial lainnya. Tapi Twitter bisa menjangkau lebih luas, banyak topik yang dibahas. Twitter sudah menjadi daily routine. Dan sekarang ini, siapapun bisa jadi narasumber ketika media konvensional mengeluarkan berita. Tidak perlu menjadi hebat, hanya perlu pendapat yang kuat. Makanya kalau kalian hobi menggambar, misalnya. Posting saja. Itu juga bisa jadi portofolio anda. Your tweet is your CV,” tandasnya.

Baca Juga :  Hari Batik Nasional, ASN dan Warga Solo Diimbau Kenakan Batik 5 Hari

Di sisi lain, Rektor UMS, Sofyan Anif mengapresiasi seminar yang merupakan serangkaian agenda Kongres PWI ke-24 ini. Pihaknya berterimakasih kepada PWI yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswanya mengolah soft skill dalam rangka menghadapi tantangan bangsa saat ini.

“Semoga seminar ini membawa hasil yang besar terhadap proses pembangunan bangsa. Ini kesempatan yang baik bagi para mahasiswa. Mereka berkesempatan mendengarkan sharing dari generasi muda yang telah berkarya lebih dulu. Peran wartawan juga sangat penting mengedukasi bangsa. Indonesia tingkat pendidikan masih tergolong rendah dan tertinggal dari negara lain. Karena sumber daya manusia (SDM) dirasa kurang maksimal. Kegiatan ini semoga bisa meningkatkan SDM di UMS,” tukasnya. Triawati PP