loading...


Spanduk Tolak Neno Warisman berlogo PSHT di perempatan Transito yang mendadak jadi perbincangan. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Pelaksanaan agenda Jalan Sehat Umat Islam yang dijadwalkan dihadiri Neno Warisman dan Ahmad Dhani di Solo 9 September, memantik penolakan dari sebagian elemen di Sragen. Selain melalui 9 surat ke Polres dan kemunculan spanduk di beberapa titik, sikap penolakan juga muncul di beberapa wilayah melalui spanduk-spanduk.

Yang menarik, Sabtu (8/9/2018) muncul spanduk penolakan serupa yang dipasang dengan logo PSHT. Spanduk itu terpampang di perempatan bangjo Transito, Karangmalang.

Dalam spanduk yang dipasang di sisi timur jalan itu, tertulis Tolak Neno Warisman CS, Penebar Ujaran Kebencian di Soloraya. Tolak #2019GantiPresiden.

Baca Juga :  Terungkap, Sejumlah Pejabat Sragen Disebut Ikut Terima Aliran Kasda Hingga Ratusan Juta. Nama Eny Widyastuti Terima Rp 1,6 M Dari Bupati

Spanduk itu dipasang tepat di atas spanduk milik Lindu Aji Sragen yang kurang lebih berintikan mengajak semua elemen menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Tak pelak munculnya spanduk berlogo PSHT terkait penolakan Neno CS itu mengundang tandatanya. Sebab selama ini, PSHT selalu mendengungkan tidak akan terlibat politik praktis maupun terkait dengan kegiatan bernuansa politis.

Lantas siapa pemasang spanduk Tolak Neno CS dan Tolak 2019GantiPresiden berlogo PSHT itu?

Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Madiun Cabang Sragen, Edi Indriyanto menegaskan PSHT Sragen tak pernah merasa memasang spanduk penolakan itu dan tidak bertanggungjawab atas konten maupun spanduk tersebut.

Baca Juga :  Sragen Raih Penghargaan Bhumandala Award 2018 

“Kami malah baru tahu dikabari jenengan ini. Yang jelas kami tidak tahu dan tidak pernah memasang spanduk bermuatan seperti itu. Kalau ada logo PSHT dipasang, kami malah kaget. Makanya nanti malam akan kami koordinasikan dengan pengurus untuk menindaklanjutinya. Kebetulan nanti semua pengurus akan kumpul untuk pembekalan calon warga yang kemarin kegiatan di Taruna itu. Biar nanti dibahas apa tindaklanjutnya. Yang jelas PSHT Sragen tidak memasang itu dan tidak akan terlibat hal-hal seperti itu,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

 

Loading...