loading...

Ilustrasi. Joglosemarnews/Aris Arianto

SOLO– Para mahasiswa memiliki potensi untuk mempromosikan wisata di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan yang digelar di STIE AUB Surakarta, Jumat (7/9/2018).

Anggota Komisi X DPR RI, Rinto Subekti mengungkapkan, para mhasiswa diharapkan menjadi alat promosi murah bagi pariwisata Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisata, sehingga ke depan bidang Pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia.

“Bantuan mahasiswa untuk mempromosikan pariwisata menjadikan kunjungan wisatawan meningkat, bukan hanya daerahnya, tetapi juga di seluruh Indonesia. Dengan promosi murah yang dilakukan mahasiswa diharapkan nantinya pariwisata Indonesia mendunia, dan menjadikan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar,” urainya.

Menurut Rinto, potensi sektor pariwisata tidak akan pernah habis, apalagi dengan inovasi dan kreativitas yang mendukung, dan ini berbeda dengan SDA.

“Untuk itu Pariwisata merupakan sektor andalan baru perekonomian Indonesia,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harini.

Loading...

“Kota Solo dengan berbagai potensinya sudah layak menjadi salah satu Destinasi Wisata Manca Negara , dari 10 destinasi  lainnya di Indonesia. Dan mahasiswa merupakan salah satu yang diharapkan dapat menjadi agen wisata, untuk mempromosikan wisata di daerahnya masing-masing, dengan menginformasikan melalui media sosial destinasi wisata, baik budaya, maupun kuliner, sehingga diharapkan terjadi peningkatan kunjungan wisata di daerahnya,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua STIE AUB Surakarta, Dr. Agus Utomo menyatakan, pihaknya bangga meski tidak memiliki prodi Pariwisata tetapi dipercaya Kementrian Pariwisata untuk melaksanakan Program Pariwisata Goes to Campus.

“Kegiatan ini diikuti 275 mahasiswa berlangsung di gedung Garuda Graha STIE AUB, hasil Kerjasama Kementrian Pariwisata dan  Komisi 10 DPR RI , sebagai dukungan Perguruan Tinggi pada program Pariwisata di Indonesia,” tandasnya. Triawati PP

Loading...