loading...


Suasana belajar di kampung matematika Karanglo, Tawangmangu. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR-  Nama Kampung Matematika di Desa Karanglo, Tawangmangu, Karanganyar, sebagai kampung gudangnya ilmu Matematika rupanya cukup tersohor. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan 140 Guru, Pengawas dan Tenaga Kependidikan Kecamatan Paciran, Lamongan Jawa Timur.

Mereka jauh-jauh dari Jatim untuk ‘ngangsu Kawruh’ di Kampung Matematika Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Mereka ingin mengetahui dari dekat, aktivitas di kampung matematika.

Baik anak didik, relawan dan suasana pembelajaran di kampung yang terkenal sayur mayur tersebut.

“Kami ingin melihat dari dekat aktivitas di Kampung Matematika. Soalnya matematika ini adalah pelajaran yang sulit, namun disini justru dijadikan nama tempat dengan aktivitas belajar Matematika,” papar Ketua Rombongan dari Lamongan, Anwar Anas.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Karanganyar Minta BPD Tak Ikut-Ikutan Jelek Jika Kinerja Kadesnya Jelek 

Menurut Anas potensinya SD jumlahnya 624 sekolah dan MI 567 sekola kabupatan lamongan. Yang datang kesini, adalah MI di se Kecamatan Paciran dengan maksud ke kampung Matematika tentu ingin menambah wawasan dan tambah Belajar SD Dan MI Paciran belum ada nilai UAS Matematika 100. Paciran ingin belajar dan melihat dan kemudian dipraktekkan.

“Guru matematika dan Kepala MI bisa 10 persen ada yang mendapatkan nilai 100 matematika di Lamongan. Kiat-kiatnya bagaimana mangatasi soal-soal matematika,” imbuhnya.

Baca Juga :  14 Bulan Jabat Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto Akhirnya Kembali ke Habitat Lama di Brimob Kaltara 

Sementar Kasie SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Karanganyar, Sri Wiyanto mengatakan ada 17 kantor UPT di Kecamatan. Awalnya, masyarakat mempunyai impian dan harapan bagaimana anak-anak yang ada di Tawangmangu nilai UAS nilainya 100 bidang matematika. Ternyata, dukungan dari desa yang mengadakan relawan untuk pembelajaran matematika. Selanjutnya dengan adanya kampung Matematika akhirnya membuahkan hasil.

“Nilai UAS matematika yang nilai 100 tahun pelajaran 2015-2016, 625 anak. Yang banyak terdapat di daerah Karanglo dan Bandar Dawung kecamatan Tawangmangu. Namun karena ada perubahaan kurikulum tahun 2017-2018 yang mendapatkan nilai akhir ujian sekolah mendapatkan 100 menurun,” ungkapnya. Wardoyo

Loading...