loading...
Dok Suharno

SOLO – Di era milenial sekarang ini, kuliah tidak sekadar memburu selembar ijazah. Ijazah hanya sekadar berfungsi  untuk mengetuk pintu perusahaan, dan selebihnya adalah motivasi dan kreativitas yang akan diuji lewat psikotes dan interview.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Direktur Amalia Consulting,  Suharno,  kepada 120 mahasiswa baru Universitas Boyolali (UBY), Sabtu,  (15/9/2018).
Karena itu, ujar Suharno, dibutuhkan tekad yang kuat untuk mencari bekal ilmu, dan bukan selembar ijazah.

Baca Juga :  Racana UNISRI Gelar Milad ke Tujuh, Undang Sejumlah Perguruan Tinggi di Jateng dan Jogja

” Kalau kuliah hanya kejar ijazah Anda akan kecewa dan rugi besar.  Karena ijazah hanya berfungsi untuk mengetuk pintu perusahaan. Bila perusahaan mensyaratkan  IPK  minimal 2,75 untuk memasukkan lamaran bekerja, maka pintu perusahaan tidak akan dibuka, bila IPK anda hanya 2,5. Bila IPK anda 3, pintu perusahaan akan dibuka. Setelah itu ijazah tidak akan dibuka lagi. Pihak perusahaan akan menguji kemampuan Anda lewat psiko test dan interview ” ungkap Suharno, sebagamana rilis yang dikirimkan ke Joglosemarnews.

Baca Juga :  Setahun Terakreditasi, Surveyor Verifikasi Akreditasi Kembali Tinjau RSAU dr Siswanto Lanud SMO

Selanjutnya, Suharno,  memaparkan banyak pelamar yang gagal saat interview karena tidak menguasai soft skill, yaitu ketrampilan berinteraksi dan komunikasi dengan dirinya dan orang lain.

Untuk itu mahasiswa baru, diharapkan tidak hanya fokus kuliah dan menjadi kutu buku,  tetapi juga harus ikut kegiatan kemahasiswaan agar soft skill semakin terasah. #suhamdani


Loading...