loading...

Kondisi lantai dua pasar Sumberlawang banjir akibat kebocoran pipa pembuangan dan talang saat hujan perdana, Jumat (7/9/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Buruknya kualitas bangunan Pasar Sumberlawang benar-benar tak terbantahkan. Usai diprotes gara-gara empat bulan sudah retak dan ambrol, kini pasar bernilai Rp 13,7 miliar kembali mengundang hujatan.

Ha itu tak lepas dari kebocoran yang terjadi pada atap saat diguyur hujan perdana, Kamis (6/9/2018). Meski hanya ecek-ecek dam tak begitu deras, guyuran hujan kembali membuat pasar berantakan karena dilanda bocor di mana-mana.

Genangan air memenuhi sejumlah titik di lantai dua. Padahal, proyek itu masih dalam masa perbaikan setelah beberapa titik ditemukan rusak, bocor dan menyimpang dari bestek.

“Hujannya sebenarnya tidak seberapa dan hanya sebentar. Tapi faktanya sudah mengenaskan lagi kondisinya. Kebocoran ada di banyak titik terutama di bagian talang lantai dua. Akibatnya lantai dua sebagian banjir,” papar Anggota Komisi III DPRD asal Sumberlawang, Muh Haris Effendi,seusai mengecek kondisi pasar Jumat (7/9/2018).

Ia pun mempertanyakan keseriusan rekanan dalam memperbaiki proyek. Dengan kondisi hujan kecil saja sudah bocor dan banjir, ia khawatir dampak lebih buruk akan terjadi ketika hujan besar datang.

Terlebih sebentar lagi dimungkinkan akan memasuki musim penghujan. Ia pun mendesak kepada dinas terkait untuk segera turun tangan mendesak rekanan lebih serius memperbaiki lagi.

Loading...

“Kasihan pedagang dan pengunjung. Kalau banjir dan becek begini, akhirnya pasar jadi nggak nyaman untuk aktivitas dan enggak sehat. Masak proyek miliaran lantainya njebember dan becek begini,” tukasnya.

Senada keresahan juga dilontarkan kalangan pedagang di lantai dua. Sugiyanti, salah satu pedagang pakaian di lantai dua menuturkan kebocoran masih terjadi dan membuat saluran air di talang banjir saat hujan kemarin.

“Susah mas. Pasar jadi banjir, padahal ini lantai dua. Nggak hanya dagangan yang mawut, pembeli juga pada takut naik. Lha lantai jadi licin dan becek. Kalau begini terus, kita ya susah harus ngepel, dikit-dikit hujan harus banjir,” terangnya diamini pedagang lain.

Sebelumnya, PPK Proyek Pasar Sumberlawang, Suyoto mengatakan  uang jaminan pemeliharaan sekitar Rp 700 juta milik PT Wira Bina Prasamya Semarang selaku rekanan pelaksana proyek Pasar Sumberlawang, memang masih ditahan. Hal itu dilakukan lantaran proyek pasar senilai Rp 13,7 miliar yang baru diresmikan Maret 2018 lalu, ternyata ditemukan sudah rusak parah, retak dan bocor.

“Ya uang jaminannya masih ditahan. Belum akan kita klaimkan kalau perbaikan belum diselesaikan,” paparnya mewakili Kadinas, Untung Sugihartono Kamis (23/8/2018). Wardoyo

 

Loading...