loading...

Kondisi galian C Ngargoyoso yang sudah memicu longsor dan membahayakan warga. Foto/Wardoyo0

KARANGANYAR- Sejumlah dump truk tampak berseliweran dari lokasi tambang galian C yang berada di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar untuk membawa hasil tambang berupa batuan andesit, pasir,tanah, ke sejumlah pemesan.

Sebagian besar hasil tambang galian C ini dibeli oleh sejumlah pemborong. Tak pelak, jual beli tanah gunung ini menjadi ladang uang bagi perusahaan penambangan.

Bagaimana tidak, dalam sehari di lokasi galian C bisa mengeruk uang puluhan  juta rupiah dari hasil eksploitasi tanah gunung ini.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di dekat lokaso, hasil galian C ini, selain dijual ke sejumlah proyek perorangan, serta untuk pengurukan lahan, juga dijual untuk keperluan pembangunan waduk Gondang yang saat ini masih dalam proses pekerjaan dengan harga per 8 kubik seharga Rp 120.000.

Bisa dibayangkan, berapa penghasilan perusahaan galian C dalam sehari dari eksploitasi perbukitan ini.

Saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamil, salah satu bagian logistik PT Waskita Karya yang merupakan rekanan pemerintah dalam mengerjakan Waduk Gondang, belum bisa memberikan jawaban. Kamil beralasan, masih rapat dengan salah satu konsultan.

Loading...

“ Maaf mas, saya sedang rapat. Nanti bisa menghubungi lagi,” ujarnya sambil menutup telepon selularnya, Jumat (07/09/2018).

Aktivitas tambang itu memang tengah menjadi sorotan. Sorotan tak lepas dari kondisi tambang yang mulai mengancam keselamatan warga dekat lokasi.

Bahkan pekan lalu warga sempat menggeruduk lokasi memprotes aktivitas penambangan karena dikhawatirkan memicu longsor. Wardoyo

 

Loading...