JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Sangar, Kambing Kaligesing Bisa Seharga Mobil. Ini Istimewanya

Tribunnews
Kambing milik Wawan yang menjadi juara dalam kontes Kambing Kaligesing dalam gelaran acara gelar potensi peternakan dan gebyar Upsus siwab Jateng 2018 di Hutan Kota Rajawali Kabupaten Batang, Sabtu (29/9/2018).Foto: TribunJateng 

BATANG – Ada sesuatu yang menarik perhatian dalam acara gelar potensi peternakan dan gebyar Upsus siwab Jateng 2018 di Hutan Kota Rajawali Kabupaten Batang. Yaitu dipamerkannya kambing berjenis Kaligesing.

Pasalnya, selain ajang menunjukkan potensi peternakan berbagai daerah yang diikuti oleh puluhan peserta se-Jateng, kambing Kaligesing dengan harga yang fantastis juga ada dipamerkan dalam acara tersebut.

Kambing Kaligesing merupakan persilangan dari kambing berjenis Jamnapari dari India dengan kambing jawa asli Kaligesing Purworejo Jateng.

Kambing Kaligesing memiliki ciri khas pada tekstur kepala yang lebih menonjol dari kambing pada umumnya, serta bentuk kuping panjang terlipat dan postur badan dua kali lipat lebih besar dari kambing Jawa.

Dalam acara kontes tersebut terpilih satu pemenang asal Kabupaten Pati, dengan kambing berjenis Kaligesing dengan berat lebih dari 1,2 kwintal.

Baca Juga :  Pandemi Picu Para Pemuda Karang Taruna Ini Program-program Simpatik

Sang pemilik menuturkan, kambingnya langsung ditawar oleh pengunjung pameran Rp 50 juta, namun pihaknya belum memberikannya.

“Karena beberapa waktu lalu, setelah menang kontes ada kambing saya yang ada di rumah laku Rp 250 juta, maka dari itu belum saya lepas,” kata Wawan pemenang dalam kontes kmabing Kaligesing, Sabtu (29/9/2018).

Ia menambahkan, perawatan kambing Kaligesing berbeda dengan kambing Jawa, karena kambing Kaligesing lebih agresif.

“Dengan tinggi sekitar 1,5 meter, kambing Kaligesing lebih agresif jadi peternak memang harus ekstra tenaga dalam merawat kambing jenis ini,” terangnya.

Wawan memiliki kiat khusus untuk merawat kambing Kaligesing yang akan diikutkan kontes, agar menjadi juara.

“Kambing jantan yang masih berusia tiga bulan boleh dikandangkan bersama dengan kambing-kambing lainnya hingga mencapai usia 6 bulan, namun setelah itu pisahkan karena kambing Kaligesing lebih agresif. Saat usia 3 bulan hingga 5 bulan hindari pemberian pakan yang terlalu basah atau pucuk rumput karena akan membuat pencernaan kambing terganggu atau kambing akan mengalami diare, dan hal tersebut menggangu masa pertumbuhannya baik dari bobot maupun pertumbuhan bulu. Jika perlu, saat kambing masih anak-anak berikan susu formula sampai usia 5 bulan untuk menunjang pertumbuhan kambing tersebut,” bebernya.

Baca Juga :  Penasaran dengan Festival Kota Lama Semarang, Ini Informasi Detailnya

Terkait perawatan bulu, Wawan mengatakan seperti merawat rambut manusia, jika kotor dicuci menggunakan sampo dan jika terlalu panjang dipotong.

“Kalau disisir ya setiap hari, Kambing Kaligesing yang siap dikonteskan usianya sekitar 18-29 bulan, dan minimal tingginya mencapai 105 sentimeter, panjang 125 sentimeter dengan panjang telinga sekitar 37 sentimeter, namun itu bukan patokan karena masih bisa tumbuh lebih besar lagi,” timpalnya.

www.tribunnews.com