loading...
tempo.co

NGAWI – Kebakaran di kawasan hutan di lereng Gunung Lawu yang sempat meluas, akhirnya berhasil dikendalikan Minggu (9/9/2018). Upaya pemadaman tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Perhutani, TNI, Polri, dan relawan.

Anggota Koramil Sine, Kodim 0805/Ngawi Koptu Sigit Pawanto, mengatakan, meski api telah dapat dipadamkan, personil TNI bersama petugas KPH Lawu Ds akan melakukan penyisiran guna mengantisipasi munculnya titik api baru di Gunung Lawu.

“Petugas masih memantau dan melakukan penyisiran di lokasi bekas kebakaran guna,” ujar Sigit Pawanto di Ngawi, Minggu (9/9/2018).

 

Menurut dia, upaya pemadaman kali ini dilakukan di petak 15 dan 17 BKPH Lawu Utara, KPH Lawu Ds. Kedua petak tersebut menjadi lokasi titik api terakhir yang terpantau petugas.

Baca Juga :  Ngoboi di Jalanan, 2 Pemuda Remuk Dihajar Massa. Ngebut Zig-zag Lalu Gasak Kakek dan Motor Polisi

“Secara keseluruhan ada lima petak hutan lindung Gunung Lawu yang terbakar.”

Hutan lereng Gunung Lawu mulai terbakar sejak pertengahan Agustus lalu. Kebakaran diduga akibat ulah manusia yang membuat api unggun saat pendakian merayakan hari kemerdekaan RI di Gunung Lawu wilayah kawasan Candi Cetho, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tegah.

Bara api yang belum padam dari api unggun tersebut kemudian membakar hutan lindung dan menyebar ke kawasan puncak Lawu masuk petak 73 di Kabupaten Magetan. Kemudian, angin kencang mempercepat penyebaran api ke petak 41, 39, 30, dan petak 19 BKPH Lawu Utara masuk wilayah Kabupaten Ngawi.

Baca Juga :  Filmnya Meledak di Pasaran, Ahok Bakal Bebas 24 Januari  2019

 

Petugas gabungan berhasil memadamkan kebakaran gelombang pertama. Namun, titik api kembali muncul di petak 39 dan menyebar ke petak 30, 19,17, dan 15 wilayah BKPH Lawu Utara.

 

Setelah berlangsung hampir satu minggu, petugas gabungan dari Perhutani, TNI, Polri, warga desa setempat dan relawan, berhasil mengendalikan kebakaran gelombang kedua ini.

 

Hingga saat ini belum diketahui pasti luasan lahan hutan Gunung Lawu yang terbakar, serta kerugian material yang ditanggung KPH Lawu Ds akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Bagai Lingkaran Setan, Banyak Warga Terjerat Pinjaman Lewat Fintech. Ada yang Pinjam di 36 Aplikasi

www.tempo.co

 


Loading...