loading...
Loading...
Tim Kepolisian saat melakukan olah TKP. Foto/Humas Polda

SEMARANG – Musibah tragis terjadi di Magelang. Tebing setinggi sekitar 3 meter mendadak longsor dan menimpa seorang penambang Galian C, Sabtu pagi (15/9/2019). Satu orang tewas seketika tertimbun longsoran.

Tebing tanah yang longsor berlokasi di persawahan milik Sugiyanto (50) yang letaknya di dekat aliran sungai Pabelan Mungkid di Dusun Blangkunan Utara Desa Pabelan Kecamatan Mungkid kabupaten Magelang.

“Lokasi tersebut merupakan persawahan yang dijadikan penambangan pasir dan batu, sudah tidak lagi difungsikan untuk menanam padi,” terang Kapolsek Mungkid AKP Supriyono seperti dilansir tribratanews.

Baca Juga :  Ngeri, Detik-detik Kecelakaan Depan Kantor Dinkes. Grand Max Gasak dan Seret Pemotor, 3 Orang Jadi Korban 

Longsor terjadi sekitar pkl 07.30 WIB.  menimpa korban bernama Sabar (49), warga Dusun Suco 02/03, Desa Salaman,Kecamatan Salaman, Magelang.

“Sewaktu itu saya saat menunggu akan memuat material kami berada sekitar 10 m dari tempat kejadian bersama teman saya Sambi. Kami terkejut melihat tebing setinggi kurang lebih 3 m berupa pasir dan bebatuan longsor, menimpa rekannya Sabar yang saat itu beraktivitas menambang di bawahnya,” terang Sugeng sopir (45), Warga Suco 02/03 Salaman Magelang dan Sambi (55), buruh, warga Blangkunan Pabelan Mungkid Magelang di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Geger Pria 46 Tahun Ditemukan Tewas Menggantung Pakai Tali Jemuran. Ditemukan Cairan di Alat Vitalnya

“Melihat kejadian itu saya berteriak-teriak minta tolong, tak lama kemudian bersama orang yang datang membantu memberikan pertolongan, dan dibawanya ke rumah penduduk setempat,” tambah Sugeng.

Polsek Mungkid Polres Magelang mendapat informasi dari Babinkamtibmas Desa Pabelan Aiptu Rochim, dengan di pimpin oleh Kapolsek Mungkid AKP Supriyono, mendatangi lokasi dan langsung melakukan olah TKP bersama dengan team Inafis Polres Magelang yang datang di Lokasi.

Baca Juga :  Terlalu, Mantan Kepala Kantor Pos Cilacap Terciduk Bobol Kantor Sendiri, Gasak Uang Rp 190 Juta di Brankas 

AKP Supriyono mengungkapkan bahwa korban yang bekerja sebagai penambang manual ini, sudah meninggal karena disebabkan tertimpa reruntuhan pasir dan bebatuan.

Setelah dilakukan olah TKP dan Indentifikasi Jenazah diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan pemakaman sebagaimana mestinya. Wardoyo

 

Loading...