loading...
Petugas LP Sragen, Erros saat mengamankan paket nasi bungkus yang nyangkut di pagar dan ternyata berisi paket sabu. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN-  Tim Satuan Pengamanan Lapas Kelas II A Sragen kembali mengungkap modus baru upaya penyelundupan sabu ke penghuni LP. Modus itu dilakukan dengan menggunakan nasi bungkus yang dilempar ke blok yang dihuni napi kasus narkoba.

Celakanya, ternyata lemparan itu nyangkut di kawat pagar tembok LP. Sehingga kemudian nasi bungkus yang dikemas dalam kantong plastik itu ternyata berisi paket sabu.

Data yang dihimpun, temuan nasi bungkus berisi sabu itu sebenarnya terjadi belum lama ini. Namun hal itu baru diungkap Rabu (26/9/2018).

“Iya, sudah kita amankan. Sebelum saya di sini kejadiannya,” papar Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise, didampingi pegawai LP, Erros, ditemui di DPRD Sragen, Rabu (26/9/2018).

Erros membenarkan temuan lemparan nasi bungkus berisi paket sabu itu. Ia mengatakan saat itu, nasi bungkus isi sabu itu ditemukan saat patroli di lingkungan blok napi.

Baca Juga :  Terpukul Badai Corona, Dunia Usaha dan Industri di Sragen Mulai Menjerit. Omset Anjlok Hingga 50 Persen Lebih

“Karena mencurigakan, kemudian kita amankan. Setelah dibuka isinya ada empat paket sabu,” tuturnya.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo membenarkan adanya temuan sabu dalam lemparan nasi bungkus itu di LP Sragen tersebut. Menurutnya sabu dalam nasi bungkus itu memang tidak ada identitas pengirim maupun napi yang dituju.

Akan tetapi, dipastikan sabu dalam nasi bungkus itu sengaja dikirim oleh mafia dari luar untuk napi di dalam LP. Hal itu diperkuat dengan lokasi temuan barang yang nyangkut di pagar LP dan dekat dengan blok yang dihuni oleh napi kasus narkoba.

Baca Juga :  Jumlah PP dan ODP Corona Sragen Sudah Mencapai 7.566 Orang, Pesanan Thermo Gun Hingga APD Belum Juga Datang. DPRD Khawatirkan Pengawasan PP Zona Merah dan Gelombang Kepulangan TKI!

“Dari temuan itu, akhirnya kami bisa mengembangkan informasi dari beberapa penghuni di dalam LP. Bahwa memang ada kiriman sabu dari luar. Termasuk salah satunya berhasil mengungkap modus kiriman paket sabu di dalam pasta gigi dan deodoran lewat ibu salah satu napi kriminal yang kemarin ditangkap saat membesuk,” terang AKP Joko. Wardoyo