JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terindikasi Masih Main Narkoba, 34 Napi di LP Sragen Dibuang ke 7 LP di Jateng

Para napi LP Sragen saat dipindahkan ke LP lain karena terindikasi masih terlibat narkoba. Wardoyo/Istimewa
Para napi LP Sragen saat dipindahkan ke LP lain karena terindikasi masih terlibat narkoba. Wardoyo/Istimewa

SRAGEN- Sebanyak 34 narapidana penghuni LP Kelas II A Sragen dipindahkan ke LP lain secara serentak. Pemindahan dilakukan lantaran mereka terdeteksi melanggar peraturan dan terindikasi masih terlibat peredaran narkoba di dalam sel.

Kalapas Kelas II A Sragen, Yosef Benjamin Yembise mengungkapkan 34 napi itu dipindah menyebar ke tujuh LP di Jawa Tengah. Di antaranya ke LP Kudus, Wonogiri, Ambarawa, Pati, Purwodadi, Demak dan Rembang.

“Pemindahan dilakukan beberapa hari lalu. Kami lakukan dari perencanaan sampai eksekusi tidak sampai 24 jam,” paparnya akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Duh Gusti, Guru SMPN Mondokan Asal Sragen Tertangkap Razia Satpol PP di Karangmalang. Total 46 Pelanggar Masker Akan Dilaporkan ke Gubernur, 30 Orang Harus Bayar Rp 50.000

Yosef menjelaskan puluhan napi yang dipindah itu memang mayoritas penghuni blok narkoba. Pemindahan terpaksa dilakukan menyusul temuan adanya barang terlarang di kamar mereka saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Menurutnya temuan itu di antaranya HP, alat hisap sabu atau bong di dalam kamar maupun selokan. Pemindahan juga dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam sel yang selama ini menjadi sorotan.

“Ini juga bagian menuju perubahan yang lebih baik. Karena ada indikasi mereka masih bermain di dalam. Makanya kita pindahkan dengan pertimbangan agar tidak mempengaruhi yang lain,” jelas Yosef.

Baca Juga :  Puluhan Prajurit Kodim Sragen Mendadak Kembali Mulai Berlatih Menembak. Ada Agenda Apa?

Pemindahan puluhan napi itu dilakukan malam hari. Pemindahan dikawal ketat aparat dan petugas LP Sragen.

Ditambahkan Yosef, pemindahan itu menjadi bagian rangkaian bersih-bersih yang ia lakukan sejak dilantik menjadi Kalapas Sragen beberapa pekan silam.

“Kita tidak akan mentolerir baik napi, maupun petugas yang terbukti terlibat narkoba,” tandasnya. Wardoyo