loading...

Tanah retak di dasar Waduk Gajah Mungkur

WONOGIRI–Sejumlah warga mendesak lumpur sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri untuk dimanfaatkan. Diyakini, sedimentasi WGM bisa mendatangkan kesejahteraan saat dimanfaatkan dengan benar.

“Wilayah Wonogiri selatan seperti Pracimantoro, Paranggupito, atau Giritontro itu lebih tandus daripada wilayah lainnya. Kondisi tanahnya juga lebih kering. Makanya kami mengusulkan, kalau boleh warga mengambil tanah sedimentasi WGM untuk diangkut ke wilayah selatan. Tanah itu nanti akan digunakan untuk menyuburkan lapisan tanah yang tandus itu,” ungkap warga Kecamatan Pracimantoro, Rahardjo, Rabu (5/9/2018).

Dia sangat yakin, tanah sedimentasi waduk sangat subur. Sebab bercampur dengan mineral dan pupuk dari tanaman dan bangkai ikan. Sehingga sektor pertanian wilayah selatan, bisa menggeliat, lantaran tanaman menjadi tumbuh subur.

“Kalau lapisan tanah bertambah dari sedimentasi, sangat mungkin tanaman menjadi subur dan mampu mengikat air. Untuk jangka panjangnya, bisa memberikan cadangan air untuk permasalahan kekeringan yang setiap tahun pasti terjadi itu,” tandas dia.

Sriniyati, warga Kecamatan Paranggupito, berkata, selain bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian, sedimentasi waduk, dapat pula digunakan untuk pembuatan kerajinan gerabah. Tentunya, akan menambah penghasilan warga.
“Apalagi kalau tanahnya digratiskan, jadi warga tidak harus membeli dari pemerintah,” kata dia.

Informasi dari Pemkab Wonogiri, WGM mempunyai enam Daerah Aliran Sungai (DAS), meliputi Keduang, Wiroko, Bengawan Solo Hulu, Ngunggahan, Alang dan Temon. DAS Keduang menjadi penyumbang terbesar sedimentasi bagi WGM.
Sedikitnya ada tujuh kecamatan yang masuk dalam DAS Keduang. Antara lain, Kecamatan Slogohimo, Jatiroto, Jatipurno, Girimarto, Sidoharjo, Ngadirojo dan Nguntoronadi.

Loading...

Sejumlah daerah tersebut berpotensi mengirim material yang menyebabkan terjadinya sedimentasi di WGM melalui DAS Keduang yang membelah ketujuh kecamatan itu. Kiriman material sedimentasi itu terjadi akibat tanah langsung menuju sungai ketika ada hujan, sebab jarang ada tanaman keras di sepanjang DAS. Aris Arianto

Loading...