loading...
Loading...
Kapolsek Mondokan, AKP Kabar Bandiyanto bersama warga dan petugas pemadam saat bergotong royong menjinakkan api. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Warga Dukuh Sukoharso, Kedawung, Mondokan digegerkan dengan kebakaran yang melanda Rabu (26/9/2018). Warga kaget lantaran kobaran api mendadak muncul dan menghanguskan rumah kosong yang di sekelilingnya hanya semak dan tumbuhan saja.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Api mendadak muncul dan kemudian membakar rumah Suwardi warga Dukuh Sukoharso, RT 14, Kedawung. Padahal rumah itu sudah lama kosong karena pemiliknya meninggal dunia.

Setelah ditelusuri, kobaran api besar itu diakui berasal dari api yang disulut oleh Darmo (62) yang berniat membakar semak di sekitar rumah korban.

Dari keterangan Darmo, selepas membakar aemak, ia pulang ke rumahnya pukul 11.30 WIB.

Baca Juga :  Hari Anti Korupsi, Formas Ungkap Masih Banyak Indikasi Korupsi di Sragen. Desak Penegak Hukum Berani Tajam ke Atas, Minta Koruptor Dihukum Mati!  

Rupanya api berkobar dan sekitar pukul 15.00 WIB, salah satu warga, Sutrisno (33) Dukuh Sukocipto RT 14 Desa Kedawung, melihat api sudah membakar atap rumah milik Suwardi.

Melihat api mulai merajalela, selanjutnya Sutrisno meminta pertolongan warga yang lain dan bersama sama dengan anggota Polsek mondokan yang dipimpin Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandianto berusaha memadamkan api tersebut secara manual.

Namun karena kobaran api makin membesar, membuat mereka kewalahan. Sekitar setengah jam datang pemadam kebakaran beserta BPBD dan PMI membantu memadamkan api.  Setelah berjibaku sekitar 15 menit api barulah dapat dipadamkan.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian material ada di atap rumah korban yang terbakar. Kami mengimbau, saat musim kemarau usahakan jangan membakar apa saja di sekitar rumah dan bahan yang mudah terbakar kalau kita tidak hati-hati akan terjadi kebakaran,” Ujar Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandianto mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman. Wardoyo

Loading...