loading...


Prajurit Kodim 0728 Wonogiri, melaksanakan lari jalan sekaligus berwisata di Gunung Gandul.

WONOGIRI-Gunung Gandul pernah menjadi semacam ikon wisata kebanggaan Wonogiri zaman dahulu. Jauh sebelum Waduk Gajah Mungkur dibangun. Bahkan ada semacam ungkapan yang menyebutkan tidak lengkap jika sedang berada di Wonogiri lantas tidak mengunjungi Gunung Gandul.

Posisi Gunung Gandul berada di tengah kota. Dulu mereka yang ingin berwisata cukup berjalan kaki menelusuri jalanan setapak hingga mencapai puncak gunung. Pengunjung pun tak perlu mengeluarkan uang, paling–paling hanya butuh bekal makanan dan minuman.

Gunung yang menurut kondisi topografinya dimasukkan dalam kelompok perbukitan ini sekilas merupakan batas sebelah barat Kota Wonogiri. Sehingga sering dijadikan semacam gardu pandang bagi kotanya sendiri. Inilah yang membuat banyak pengunjung kala itu memilih mendatangi Gunung Gandul saat fajar mulai menyingsing. Sebab panorama yang tampak di ufuk timur menimbulkan sensasi tersendiri, dimana matahari yang baru saja terbit di deretan perbukitan sebelah timur seolah bertatap muka dengan suasana kota Wonogiri yang asri dan nyaman.

Baca Juga :  Final IPAPIDAS Cup I. Persega Gandul Pracimantoro Tekuk New Zettle Karanganyar 2-0, Warga Joho Dapat Motor

Sekarang, kondisi Gunung Gandul, tidak banyak mengalami perubahan. Paling-paling hanya jalan yang dulunya setapak kini telah diaspal. Gunung Gandul juga masih sering dijadikan rujukan berwisata gratis bagi masyarakat. Kendati demikian seiring banyak tempat wisata baru yang bermunculan, pengunjung mulai berkurang.

Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Lilik Dwi Sularyanto, menyebut, Gunung Gandul padahal memiliki beberapa potensi yang bagus sebagai penarik pengunjung. Pertama, adalah potensi alam. Dimana Gunung Gandul menyajikan panorama bukit kapur dengan suasana asri dan sejuk. Berpadu dengan suasana Kota Wonogiri yang meski menjadi pusat kabupaten, tetap terlihat bersih, rapi, dan jauh dari kesan kesemrawutan.
Sedangkan potensi kedua adalah, akses jalan yang mudah. Untuk mencapai Gunung Gandul, Lilik menuturkan, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pusat pemerintahan di komplek Setda Wonogiri.

Baca Juga :  Kemenag RI di Pelatihan Pintar Tanoto Foundation Wonogiri: Guru Harus Latih Siswa Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

“Hal inilah yang membuat perayaan keagamaan umat Kristiani, prosesi Jalan Salib, selalu diadakan di Gunung Gandul,” kata dia, Jumat (14/9/2018).

Anggota DPRD Wonogiri, Wawan Arifianto mengusulkan membangkitkan kembali obyek wisata Gunung Gandul. Pembangkitan kembali obyek wisata legendaris tersebut bisa ditempuh dengan pembenahan sisi infrastruktur. Tak kalah pentingnya, penanaman pohon buah-buahan seperti duwet, jambu, pisang, nangka dan lainnya. Tujuannya menambah ketersedian makanan di kawasan sekitar gunung sehingga diharapkan kera-kera di sekitar gunung tidak merusak tanaman warga. Aris Arianto

Loading...