loading...
Loading...

KARANGANYAR – Suasana di Palur Palsa Minggu (14/10/2018) kemarin  terasa lebih syahdu.  Selama dua setengah jam nonstop,  cerpenis, novelis dan penyair Yuditeha membawakan musikalisasi puisi secara tunggal.
Dengan gitar akustik di tangannya, ia melantunkan sebanyak 20 puisi.  Empat puisi merupakan karyanya, selebihnya adalah karya-karya penyair lain.
Acara tersebut dihelat dalam tajuk  “Yuditeha dalam Mini Konser Musikalisasi Puisi”. Mini konser otu dihadiri oleh rekan-rekan  komunitas sastra dan warga pengunjung Palur Plasa.

Baca Juga :  DPP PDIP Resmi Tunjuk Bagus Selo Duduki Kursi Empuk Ketua DPRD Karanganyar. Kursi Ketua DPRD Sragen Masih Sengit 

Acara berlamgsung santai. Yuditeha selalu memberi pengantar pada setiap puisi yang akan dinyanyikannya.

“Semua lagu untuk puisi ini karya saya sendiri,” ujarnya kepada Joglosemarnews.

Dalam bimcang-bincang usai pentas, Yudi berharap menyajikan puisi lewat lagu  seperti ini akan membuat syair puisi lebih mudah diterima dan dimengerti oleh masyarakat awam.
“Menyuarakan puisi itu tak harus si tempat tertentu atau hanya di komunitas sastra saja. Tapi puisi hendaknya bisa diapresiasi dimana saja, termasuk di mall,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Karanganyar Terlibat Rebutan Gunungan Apem Wahyu Kliyu di Jatipuro 

Yudi mengemukakan sebuah kenangan masa kecil bahwa puisi swakan menjadi modal pertama bagi seseorang untuk latiham berkata- kata.
“Tapi seiring bertambahnya usia, orang seakan tak mau lagi bersinggungan dengan puisi,” ujarnya. #suhamdani

Loading...