loading...
Tribunnews

BANTUL – Ada banyak cara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di Indonesia. Terlebih bagi  kalangan seniman, nyaris tak pernah kehabisan ide untuk memunculkan sesuatu yang baru dan segar.

Salah satu kegiatan yang digrlar oleh kalangan seniman adalah pembacaan puisi oleh para seniman di taman edukasi watu lumbung, Parangtritis, Bantul.

Dengan suara lantang, satu persatu puisi tentang perjuangan dibacakan.

Loading...

Menariknya, peringatan sumpah pemuda di watu Lumbung bukan melulu tentang puisi.
Meskipun acaa dikonsep sederhana, namun sarat akan makna.

Baca Juga :  Lapak Bakal Digusur, 5 PKL Gondomanan Gelar Aksi Topo Pepe di Depan Keraton Yogyakarta

Puluhan anak-anak bebas memainkan permainan tradisional. Ada jamuran, jaranan dan ancak-ancak alis.

Pendiri taman edukasi watu lumbung, M Boy Rifai mengatakan, sudah lebih 90 tahun lalu sumpah pemuda dikumandangkan.
Saat ini, menjadi tugas bersama untuk berperan menjaga sumpah dan merawat NKRI.

90 tahun lalu para pemuda sudah bersumpah. Saat ini giliran kita dan anak anaklah mesti berperan, menjaga tradisi NKRI,” kata Boy Rifai, yang juga seorang seniman.

Watu Lumbung merupakan taman edukasi. Ditempat ini pula tradisi dan budaya selalu dihidupkan.

Baca Juga :  Tagihan Capai Rp 56 Juta, Keluarga Korban Klitih di Jalan Kenari Yogyakarta Bingung Bayar Biaya Rumah Sakit

Hadir dalam peringatan sumpah pemuda di watu Lumbung ini, anggota DPR RI komisi V, Gandung Pardiman.

Ia tampak menikmati dan sesekali turut bermain kesenian tradisional bersama anak-anak.

Menurutnya, fasilitas yang menyediakan ruang untuk pembibitan, pemeliharaan seni budaya anak, selama ini masih kurang.Sehingga harus menjadi introspeksi semua pihak.

Ia berharap taman edukasi watu lumbung bisa menjadi pusat dolanan, pendidikan anak-anak untuk memberikan satu kreasi dan ekpektasi anak dalam rangka menumbuhkan dan mengejawantahkan rasa seninya.

Baca Juga :  Penggalangan Dana Korban Klitih, Sehari Di-'Posting Terkumpul Rp 3,6 Juta

“Diharapkan Watu Lumbung ini dapat perhatian semua pihak sehingga dapat jadi pusat belajar anak-anak, khususnya seni budaya,” tuturnya.

Adapun terkait sumpah pemuda, menurut Gandung, makna dan cita-cita yang diimpikan para pemuda zaman dahulu, saat ini sudah tercapai. Dari mulai bahasa, bangsa, dan tanah air sudah satu bernama Indonesia.

“Tugas kita sekarang sebagai orang masa kini adalah bagaimana merawat dan menjaga NKRI,” terangnya. #tribunnews

Loading...