JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kementerian Kominfo Sebut Colomadu Karanganyar Rawan Jadi Pintu Masuk Narkoba Lewat Bandara. Ribuan Warga Diberi  Sosialisasi Sambil Nonton Wayang 

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Direktur Informasi Komunikasi Pembangunan Manusia Kemenkominfo, Wiryanta saat menyerahkan wayang secara simbolis kepada Dalang Ki Warseno Slank sebelum pentas wayang kulit dalam rangka Sosialisasi Bahaya Napza di Lapangan Baturan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (28/10/2018) malam. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR-  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menyebut kawasan Colomadu, Karanganyar sebagai wilayah rawan menjadi pintu masuk peredaran narkoba. Karenanya, masyarakat di wilayah tersebut diingatkan akan potensi bahaya peredaran narkoba yang biasanya melalui jalur darat dan udara.

Hal itu disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia Kemenkominfo RI, Wiryanta saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) di Lapangan Baturan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (28/10/2018) malam. Ia mengatakan dipilihnya Colomadu, Karanganyar sebagai titik sosialisasi, lantaran lokasinya yang dekat dengan Bandar Udara Adi Soemarmo.

Kondisi itu dinilai menghadirkan kerawanan tersendiri mengingat selama ini tren yang ada peredaran narkoba selalu memanfaatkan jalur darat dan udara.

“Colomadu ini di garis depan, dekat dengan Bandara Adi Soemarmo. Dan biasanya narkotika itu peredarannya masuk melalui laut dan udara. Makanya kami mencoba ingatkan saudara-saudara di Karanganyar untuk mewaspadai bahaya Napza, khususnya untuk generasi muda,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Sebut Ada Pemaksaan Gamblang, Eks Ketua PSSI Karanganyar Desak Bupati Bekukan Kepanitiaan Kongres. Ketua Panitia Kekeh Kongres Jalan Terus No Problem
Direktur IKP Kemenkominfo, Wiryanta saat memberikan sambutan. Foto/Wardoyo

Menurut Wiryanta, sosialisasi pencegahan narkoba memang menjadi salah satu isu strategis dan program prioritas yang harus ditangani Kemenkominfo seperti tertuang dalam Instruksi Presiden No: 9/2015. Terlebih, saat ini bahaya peredaran narkoba sudah merasuk berbagai kalangan sampai ke pelosok pedesaan.

Atas kondisi itu, ia menguraikan Kemenkominfo melalui direktoratnya memiliki tanggungjawab menyosialisasikan bahaya Napza ke masyarakat. Salah satunya lewat sosialisasi ke masyarakat seperti di Lapangan Baturan, Colomadu.

Dipilihnya wayang kulit sebagai media sosialisasi, selain pesan yang disampaikan lebih mengena ke masyarakat, hal itu juga sekaligus untuk melestarikan budaya kesenian wayang kulit.

“Dengan wayang kulit ini ada segmennya yang akan masuk berdialog dengan masyarakat lewat pesan-pesan yang diselipkan oleh dalang. Termasuk pesan-pesan pembangunan keberhasilan pemerintah Presiden Joko Widodo,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tersesat di Gunung Bisa Berakibat Fatal Berupa Kematian. Mengapa Banyak Pendaki Sering Tersesat Di Gunung Lawu, Berikut Ini Penyebabnya

Sementara, agenda sosialisasi lewat pentas wayang kulit dengan dalang Ki Warseno Slank itu dihadiri seribuan pengunjung. Mereka bahkan sudah memadati lapangan Baturan sejak sore hari.

Di sisi lain, Sekretaris Diskominfo Karanganyar Agung Cahyo Nugroho, mewakili Bupati Karanganyar, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Kemenkominfo yang menggelar sosialisasi Napza di Colomadu, Karanganyar.

Menurutnya, selama ini Pemkab Karanganyar juga sudah proaktif dan terus menggencarkan sosialisasi untuk menekan penyalahgunaan narkoba di Bumi Intanpari.

“Kami juga bisa menangkap pengedar sabu dan tembakau gorilla,” ujarnya.

Selain dari Kemekominfo, acara malam itu juga dihadiri pejabat BNN Jateng, perwakilan Kemenpora dan beberapa pejabat lokal. Wardoyo