JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Berdampak Merugikan Semua Pihak, Timses Jokowi  Ajak Nonbar Produk Hoax ke Kubu Prabowo

Postingan di FB yanh terlacak Polres Karanganyar ternyata hoax
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
ilustrasi

SOLO –  Berita hoax kian marak beredar di ranah media sosial belakangan ini. Terlebih mendekati  ajang Pilpres 2019. Untuk menciptakan kontestasi Pemilu yang sejuk dan damai, Timses Jokowi – Ma’ruf Amin berharap bisa segera duduk satu meja dengan tim kampanye Prabowo – Sandiaga Uno sembari menggelar nonton bareng produk-produk hoax yang selama ini beredar di kalangan pendukung kedua kubu.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf, Aria Bima menyebut pihaknya tengah melakukan pendekatan dengan tim kubu Prabowo – Sandiaga.

Baca Juga :  Demi Bisa Kencan dengan PSK, Panci dan Keok Nekat Curi 3 Hanphone di Hotel kawasan Kestalan Solo

“Sudah ada pertemuan-pertemuan yang bersifat individu,” kata dia saat ditemui di Solo, Sabtu malam (6/10/2018).

Menurut Aria, pihaknya ingin membicarakan soal pentingnya proses pemilihan yang sejuk dan damai dalam pemilihan umum yang akan berlangsung tahun depan. “Tidak bisa dipungkiri dampak pemilihan umum 2014 masih menyisakan luka yang dalam.”

Banyaknya hoax dan kampanye negatif saat itu membuat masyarakat seolah terbelah. “Hingga muncul istilah kecebong dan kampret yang selalu bertengkar di media sosial.” Kondisi itu menurutnya menjadi sebuah persoalan besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  KA Bima Jurusan Jakarta dan Malang akan Dioperasikan Kembali

“Sehingga semua bisa menertawakan diri sendiri.” Dengan demikian bisa muncul rasa malu dan keinginan untuk melakukan kontestasi yang lebih cerdas.

Selama ini, Indonesia sudah beberapa kali menjalani pemilihan presiden secara langsung. “Dampak pemilihan 2014 paling terasa.” Padahal, pemilihan umum hanya merupakan instrumen untuk menciptakan kehidupan berdemokrasi. “Terlalu mahal jika harus mengorbankan persatuan bangsa.”

www.tempo.co