loading...


>

MAGETAN- Peristiwa kecelakaan maut mobil Honda CRV yang ditumpangi pasangan selingkuh kontraktor dan LC cantik di dekat Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur, ternyata menghadirkan kisah miris.

Sebab, sehari sebelum kejadian, istri korban pria, Ragil Supriyanto (34) ternyata sempat marah setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan Rini Puspitawati (26).

Ragil Supriyanto (34), adalah kontraktor asal Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Pria yang sudah punya anak istri itu ditemukan tewas mengenaskan di  lokasi kejadian.

Sementara Rini dikenal sebagai pemandu lagu yang populer di Ngawi. Hingga Minggu (14/10/2018), Rini belum sadarkan diri karena terjebit bodi mobil.

Baca Juga :  Pesan Najwa Shihab di Hari Pahlawan, Kaum Muda Milenial Harus Rajin Baca Buku

Ragil tewas usai terlempar dari bodi mobil yang akhirnya ringsek.

Sebuah balasan yang datang begitu cepat karena sehari sebelumnya, perselingkuhan mereka baru terbongkar oleh istri Ragil.

Sehari sebelum kecelakaan itu, terungkap cerita kemarahan istri Ragil, Tina Hayati, yang menemukan indikasi suaminya masih terus selingkuh dengan Rini.

Menurut Lina, kakak ipar Ragil,perselingkuhan itu sejak lama diketahui. Namun Tina mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia hanya pasrah dan sebenarnya sudah pasrah dengan perselingkuhan suaminya asalkan tidak ditinggalkan.

“Kata adik saya, biar suami saya selingkuh, asal tidak ditinggal mati. Tapi kok kejadiannya seperti ini,” kata Lina di kamar jenazah, Minggu (14/10/2018).

Baca Juga :  Geger Seekor Babi Hutan Mendadak Ngamuk dan Masuk Karaoke 

Sementara, evakuasi mobil Honda CRV putih nopol T 1201 EJ keluaran 2018 itu dari dasar jurang memakan waktu hingga tiga jam.

“Perlu waktu lama karena lokasinya sulit dan ramainya arus lalu lintas dari Sarangan dan sebaliknya,: kata Kepala Unit Kecalakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Magetan, Iptu Yudi Wiyanto.

“Tim evakuasi dari Polres dan warga Sarangan. Kami agak kesulitan, karena medan tempat jatuhnya mobil itu, jauh dari jalan sehingga kami harus mendereknya terlebih dahulu, baru ditarik ke atas truk,” kata Iptu Yudi Wiyanto.

Baca Juga :  Tokoh Perfilman Era 1950-1960-an Ini Diusulkan Menerima Anugerah Pahlawan Nasional

www.tribunnews.com

Loading...