JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Dikenal Dermawan dari Kepuhsari Manyaran, Keluarga Yunita Sapitri Korban Pesawat Lion Air JT 610

Rumah keluarga besar Yunita Sapitri di Dusun Karanglor Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Rumah keluarga besar Yunita Sapitri di Dusun Karanglo Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran, Wonogiri.

WONOGIRI-Warga Dusun Karanglo RT 2 RW 5 Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran mengaku sangat kehilangan sosok Yunita Sapitri (40) salah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang, Jabar. Terlebih keluarga korban dikenal dermawan di kampung wayang tersebut.

“Yuni (Yunita Sapitri) itu anak pertama Pak Tukiran .Keluarganya dikenal dermawan di dusun kami ini,” ujar Ketua RT setempat, Sunardi, Selasa (30/10/2018).

Sunardi mengaku sudah berulang bertandang ke rumah korban di Bekasi, Jabar. Sementara itu setiap ada kegiatan sosial di kampung halamannya di Karanglo, Yunita bersama ayah kandungnya, Tukiran menyempatkan mudik. Bahkan, keluarga tersebut kerap memberikan bantuan dan bingkisan ke warga sekitar.

Baca Juga :  Komunitas Wonogiri Peduli ASI Alias KOWPAS Dukung Program ASI Eksklusif

“Saat Lebaran haji kemarin keluarganya kirim hewan kurban. Belum lama ini di saat masjid dusun dibangun korban juga memberikan bantuan,” tandas dia.

Sedangkan, meski rumah keluarga besar korban di dusun tersebut tak lagi didiami Tukiran dan istri namun rumah limasan itu masih nampak bersih dan kondisinya terawat. Rumah tersebut selama ini dijaga dan dirawat oleh budhe korban, yakni Sugini.

Baca Juga :  Jos Slur, 7 Motor dan 1 Mobil Berhasil Diamankan Polisi Wonogiri, Ada 16 Tersangka Dengan 14 TKP Kasus Pencurian

Dia berujar, sejak kecil hingga dewasa korban tinggal di Jakarta dan Bekasi. Namun ketika ayah dan ibunya mudik, korban turut serta bersama dua adiknya.

“Baru hari ini,sanak famili di dusun bertolak menuju Bekasi tepatnya di Perumnas Komplek 2 Bekasi. Intinya kami sangat berduka dengan peristiwa yang dialami keluarga Pak Tukiran,” ujar dia. Aris Arianto