loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

KULONPROGO – Proyek pembangunan bandara New Yogyakarta Intenational Airport (NYIA)  hampir kelar. Bulan April 2019 mendatang, diproyeksikan operasi perdana dapat dilaksanakan.

Seperti diketahui, kini pembangunan landasan pacu telah memasuki tahapan akhir dan pada April 2019 mendatang diproyeksikan akan mampu memulai operasi perdana.

Tak disangkal, mulai aktifnya operasional penerbangan dari NYIA bakal berdampak bagi aktivitas ekonomi wilayah, tak terkecuali di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto menyebut, para pelaku UMKM Yogyakarta tidak boleh hanya jadi penonton dengan semakin dekatnya kehadiran NYIA.

Baca Juga :  Di DIY, Naiknya Iuran BPJS Berdampak Menurunnya Kepesertaan

Mereka, imbuh dia, harus mampu menjadi pemain dan dapat mengambil peluang dengan menyasar pasar baru yang dihasilkan dari aktivitas bandara itu ke depan.

“Yogya akan mengalami perubahan akibat operasi bandara baru di tahun mendatang, maka dari itu para pelaku UMKM harus siap dan jangan mau hanya jadi penonton, mereka harus berupaya untuk menyiapkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing,” kata dia, Senin (29/10/2018).

Secara kasar, sambung dia, UMKM di bidang industri pengolahan dapat menyumbangkan 13 persen kepada produk domestik regional bruto (PDRB) DIY, kemudian pada perdagangan, hotel, dan restoran ada di kisaran angka 10 persen.

Baca Juga :  Cintanya Tak Direspon, Seorang Pelajar SMA Nekat Tusuk Ibu Gurunya di Bantul

“Belum lagi pada industri lainnya, mungkin secara total bisa menyumbang separuh dari total PDRB DIY,” ujarnya.

Sementara, pada sisi modal masih ada sebanyak 98,4 persen UMKM DIY yang masih berada pada skala usaha kecil, sehingga masih diperlukan berbagai upaya demi mendongkrak derajat UMKM menjadi naik kelas.

“Geliat ekonomi dari UMKM ini sangat besar sehingga menjadikannya sebagai penopang ekonomi di Yogya,” tambahnya. #tribunnews

Loading...