loading...
Ilustrasi salawat dan dzikir bersama

KARANGANYAR- Ribuan warga Karanganyar mengikuti zikir akbar bersama Muhammad Ali Sadikin atau yang dikenal dengan nama Gus Ali Gondrong, diPlaza Alun-Alun setemppat, Minggu (08/10/2018) malam. Zikir dan sholawat tersebut, digelar dalam rangka menyambut HUT Karanganyar yang ke 101 serta menyambut pesta demokrasi berupa pemilihan legislatif (Pileg) serta pemilihan presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Di depan para jamaah yang berasal dari berbagai wilayah di Karanganyar tersebut, Gus Ali berpesan, menjelang Pileg dan Pilpres mendatang, perbedaan adalah hal yang wajar. Gus Ali meminta masyarakat untuk tidak membesar-besarkan perbedaan.

Baca Juga :  2 Kades di Karangayar Dilaporkan ke Kejari. Diduga Selewengkan PTSL, RTLH dan Dana Desa 

“ Perbedaan itu tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah kita selalu membeda-bedakan. Kalau beda jangan benci. Hormati perbedaan, jaga keharmonisan. Muaranya tetap dalam kerangka Negara Kestuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Loading...

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan, zikir merupakan salah satu bentuk kepasrahan kepada Allah SWT. Dengan berzikir, kita berharap agar terhindar dari segala musibah.

Baca Juga :  Hujan Es Sebesar Kacang Atom Landa Gunung Lawu Karanganyar. Makin ke Atas Makin Besar.. 

“ Berzikir merupakan bentuk kesungguhan kita memasrahkan diri kepada Allah. Semoga berkah dan kita semua terhindar dari musibah,” kata Juliyatmono.

Kepada ribuan warga yang mengikuti sholawat dan zikir bersama tersebut, bupati kembali mengingatkan untuk tetap menjaga kerukunan dan persatuan. Menurut bupati, menyongsong pileg dan pilpres , kandidat sudah ada. Gunakan hak demokrasi untuk menentukan pilihan.

Baca Juga :  Warga Seisi Kampung di Lereng Lawu Karanganyar Mendadak Kompak Matikan Listrik dan Beralih Nyalakan Lampu Thinthir 

“ Silahkan gunakan hak pilih dalam pileg maupun pipres. Siapapun yang terpilih, kita berhapar semoga membawa kemajuan. Yang terpenting, jaga kerukunan. Setelah pemilu kita ketemu lagi dengan saudara dan tetangga. Jangan terpecah, jangan ada berita bohong, karena itu bukan watak bangsa. Saya minta semua warga Karanganyar tetap rukun ditengah perbedaan yang ada,” tegasnya. Wardoyo

Loading...