JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hari Pertama Tes CPNS Sragen Diwarnai Error Sistem, Ada 100 Komputer Dilaporkan Gagal  Tersetting 

Ilustrasi tes CAT
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi tes CAT

SRAGEN- Hari pertama tes CPNS Sragen di GOR Diponegoro Sragen Jumat (2610/2018) diwarnai error sistem. Sebanyak 100 komputer untuk ujian Computer Assested Test (CAT) dilanda error sehingga tidak bisa digunakan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka mengungkankan pelaksanaan ujian CPNS hari pertama Jumat (26/10/2018) memang sudah terlaksana. Namun ada perubahan sesi dari semula yang direncanakan tiga sesi terpaksa molor jadi empat sesi.

Hal itu dikarenakan ada troubel pada sistem jaringan internet dari BKN. Menurutnya ada 100 unit komputer yang gagal tersetting sehingga tak bisa dipakai.

“Rencana awal persesi 450 peserta. Tapi ada 100 komputer gagal tersetting sehingga yang bisa digunakan hanya 350 komputer. Biasa lah hari pertama sistemnya belum sempurna. Sehingga 100 peserta di sesi pertama mundur ke sesi kedua.  Karena ada perubahan jumlah, sehingga sesinya mundur jadi empat sesi,” paparnya.

Baca Juga :  Update Kecelakaan Maut Masaran, Identitas Sopir Tronton Yang Tewas Diketahui Bernama Wiyono dari Klaten. Korban Ditemukan Terjepit Bodi Truk Yang Ringsek

Meski sesi molor jadi empat sesi, namun semua peserta ujian di hari pertama bisa mengikuti ujian. Sarwaka menyebut total ada 1.350 peserta yang dijadwalkan ujian hari pertama, semua bisa ujian.

Hanya saja karena ada kendala 100 komputer, waktu selesainya mundur. Jika sebelumnya dengan tiga sesi diprediksi ujian selesai magrib, namun karena berubah empat sesi, waktu selesai mundur menjadi agak malam.

Baca Juga :  Sragen Masih Zona Kuning Covid-19, Hari Pertama Masuk Sekolah Hanya Berlaku Untuk Siswa Baru Saja. Jumlah Siswa Dibatasi, Sebelum Masuk Diperiksa Ketat

“Jadwal hari ini sudah selesai hari ini juga. Jadi besok sudah jadwal besok,” urainya.

Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai, Dwi Agus Prasetyo mengatakan troubel di 100 komputer iti terjadi karena kendala teknis. Menurutnya hingga penyettingan komputer sekitar subuh, hanya ada 350 komputer dari total 450 komputer, yang bisa disetting.

“Untuk seting jaringan hanya bisa 350 laptop saja dan 50 laptop cadangan. Yang 100 gagal tersetting. Tapi semua bisa berjalan. Untuk penitipan barang, toilet portabel juga relatif tidak ada masalah,” paparnya. Wardoyo