JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kekeringan 2018 Terparah Sepanjang Sejarah Sragen. Landa 10 Kecamatan, Droping PDAM Tembus 1.000 Tangki Lebih

Supardi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Supardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air bersih dampak kemarau berkepanjangan di Sragen terus meluas. Bahkan kekeringan tahun ini tercatat sebagai kekeringan terpanjang dan terparah sepanjang sejarah Sragen.

Data yang tercatat di PDAM Sragen, permintaan droping meluas di 10 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Sragen. Saking parahnya, permintaan droping air bersih tahun ini mencapai angka 1.000 tangki lebih.

Dirut PDAM Sragen, Supardi mengungkapkan kekeringan yang terjadi tahun ini memang tercatat paling lama dengan wilayah terdampak juga meluas di 10 kecamatan.

Bahkan beberapa kecamatan yang sebelumnya nyaris tak pernah bermasalah, seperti Sragen Kota dan Ngrampal, tahun ini juga sudah mulai terkena kekeringan.

Baca Juga :  Terlanjur Bersemangat Masuk Sekolah, Siswa TK hingga SMP di Sragen Terpaksa Harus Kembali Belajar di Rumah. Saking Semangatnya Siswa Baru Sampai Sudah Pakai Seragam!

“Dari catatan droping yang sudah kita salurkan, sampai hari ini ada 881 tangki. Kemudian dari BPBD ada 42 tangki, belum lagi dari armada PMI serta permintaan droping dari komunitas atau pihak swasta yang tidak terdeteksi. Kalau ditotal mungkin ada lebih dari 1000 tangki,” paparnya Selasa (2/10/2018).

Ia menguraikan kekeringan tahun ini memang menjadi yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Seperti di Gesi, melanda Desa Slendro, Gesi, Poleng, permintaan droping sudah berjalan berbulan-bulan. Data yang tercatat ada 18 desa di 10 kecamatan.

Baca Juga :  Curhat Frustasinya Petani Sidoharjo Sragen Hadapi Serangan Tikus Yang Makin Merajalela. Dari Belerang, Granul Hingga Umpan Sudah Tak Mempan, Ronda Pun Sampai Pindah ke Sawah

Ia memprediksi kekeringan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober ini.

“Kalau tahun lalu, permintaan droping hanya sekitar 600-700 tangki saja,” tandasnya.

Dari 10 kecamatan, yang terparah ada enam kecamatan. Selain peningkatan jumlah droping, kekeringan tahun ini juga berdampak meningkatkan permintaan sambungan baru di PDAM.

“Biasanya sebulan hanya 60-70 sambungan perbulan, sekarang bisa mencapai 200-300 sambungan perbulan,” tegasnya. Wardoyo