32.6 C
Surakarta
Senin, 18 November 2019
JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen Kekeringan 2018 Terparah Sepanjang Sejarah Sragen. Landa 10 Kecamatan,...

Kekeringan 2018 Terparah Sepanjang Sejarah Sragen. Landa 10 Kecamatan, Droping PDAM Tembus 1.000 Tangki Lebih

- Advertisement -

loading...
Loading...

Supardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Krisis air bersih dampak kemarau berkepanjangan di Sragen terus meluas. Bahkan kekeringan tahun ini tercatat sebagai kekeringan terpanjang dan terparah sepanjang sejarah Sragen.

Data yang tercatat di PDAM Sragen, permintaan droping meluas di 10 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Sragen. Saking parahnya, permintaan droping air bersih tahun ini mencapai angka 1.000 tangki lebih.

Dirut PDAM Sragen, Supardi mengungkapkan kekeringan yang terjadi tahun ini memang tercatat paling lama dengan wilayah terdampak juga meluas di 10 kecamatan.

Bahkan beberapa kecamatan yang sebelumnya nyaris tak pernah bermasalah, seperti Sragen Kota dan Ngrampal, tahun ini juga sudah mulai terkena kekeringan.

Baca Juga :  Merasa Dilewatkan Rombongan Bupati, Pedagang Pasar Kota Sragen Kecewa. Di Pasar Bunder Sempat Mborong Belanjaan, di Pasar Kota Hanya Singgah Makan 

“Dari catatan droping yang sudah kita salurkan, sampai hari ini ada 881 tangki. Kemudian dari BPBD ada 42 tangki, belum lagi dari armada PMI serta permintaan droping dari komunitas atau pihak swasta yang tidak terdeteksi. Kalau ditotal mungkin ada lebih dari 1000 tangki,” paparnya Selasa (2/10/2018).

Ia menguraikan kekeringan tahun ini memang menjadi yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Seperti di Gesi, melanda Desa Slendro, Gesi, Poleng, permintaan droping sudah berjalan berbulan-bulan. Data yang tercatat ada 18 desa di 10 kecamatan.

Baca Juga :  Geger Warga Sidoharjo Sragen Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Tepi Sungai Bengawan Solo. Saat Ditemukan Tengkurap dan Kulitnya Gosong 

Ia memprediksi kekeringan masih akan berlangsung hingga akhir Oktober ini.

“Kalau tahun lalu, permintaan droping hanya sekitar 600-700 tangki saja,” tandasnya.

Dari 10 kecamatan, yang terparah ada enam kecamatan. Selain peningkatan jumlah droping, kekeringan tahun ini juga berdampak meningkatkan permintaan sambungan baru di PDAM.

“Biasanya sebulan hanya 60-70 sambungan perbulan, sekarang bisa mencapai 200-300 sambungan perbulan,” tegasnya. Wardoyo

Loading...

Kontak Informasi Joglosemarnews.com :
Redaksi : [email protected]
Promosi : [email protected]
Kontak : [email protected]

- Advertisment -

Most Popular

Indonesia Menari 2019,  Ribuan Penari Tampil di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Indonesia Menari 2019 persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan 2.000 penari yang tampil serempak, Minggu (17/11/2019), di The Park Mall. Business and Marketing...

Begini Kronologis Penemuan Barang Diduga Sabu di Dekat Gudang Sampah Dukuh Pantirejo Desa Grogol Kecamatan Grogol Sukoharjo, Tidak Diduga Segini Beratnya

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah paket batang mencurigakan ditemukan di dekat gudang sampah plastik bekas di Dukuh Pantirejo, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Batang tersebut...

Fahri Hamzah Harus Akui, Keputusan Jokowi Menarik Prabowo Misterius, Ini Sebabnya    

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -- Mantan Wakil Ketua DPR RI dan pendiri Partai Gelora, Fahri Hamzah mengakui, keputudan Presiden Jokowi menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sebagai...

Branding Wonderful Indonesia, Hydro Coco Gelar Turnamen Futsal di Solo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Hydro Coco yang merupakan mitra Co Branding Wonderful Indonesia menggelar turnamen futsal di Kota Solo. Turnamen bertajuk Hydro Coco Cup National Futsal...

Recent Comments