JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tanah Amblas Akibat Gempa Donggala Seluas 47,8 Hektare

loading...
Loading...
Tribunnews

JAKARTA – Dampak gempa Donggala Sulawesi Tengah  cukup fatal. Salah satunya adalah terciptanya kubangan raksasa lantaran terjadinya tanah amblas.

Tak tanggung-tanggung, menurut citra satelit tanah amblas di wilayah Balaroa,  Palu mencapai 47,8 hektare.

Temuan tersebut didapatkan gabungan tim Lapan, ITB, dan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand menggunakan pantauan citra satelit.

Dari data Satelit Pleiades, tim ini berhasil menghitung lebih dari 5.000 bangunan rusak.

“Tim baru menghitung sebagian wilayah yang terpotret citra satelit,” tulis pihak Lapan.
Sebagai informasi, data satelit yang digunakan berasal dari perbandingan satelit Pleiades tanggal 6 Juli 2018 (sebelum gempa) yang diterima oleh Stasiun Bumi Lapan di Parepare dan tanggal 30 September 2018 (setelah gempa) yang diterima oleh Internasional Disaster Charter.

Baca Juga :  Laka Maut! Avanza Hantam Bak Truk di Tol Cipali, 6 Tewas Seketika, Seorang Luka-luka. Avanza Ringsek Tak Berbentuk

“Metode yang digunakan adalah interpretasi visual dengan membandingkan data citra satelit sebelum dan sesudah gempa,” kata pihak Lapan.

“Hasil perhitungan menunjukkan adanya 418 rumah rusak di Kabupaten Donggala, dan 2.403 di Palu. Sedang yang kemungkinan rusak adalah 315 di Donggala dan 2.010 di Palu,” sambungnya.

Meski sudah berhasil menghitung, pihak Lapan mengingatkan bahwa data kerusakan kemungkinan lebih banyak lagi. Itu karena belum seluruh wilayah dampak gempa terpotret dari citra satelit.

Lapan menjelaskan, “Dari total 5.146 bangunan rusak yang terdata, 1.045 bangunan terdapat di Perumnas Balaroa yang amblas dengan luasan sekitar 47,8 hektare.”

Baca Juga :  Kemenkominfo Segera Serahkan RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR

Hasil ini belum final karena tim gabungan masih terus bekerja dengan data- data satelit lainnya dan terus berkomunikasi dengan komunitas internasional disaster charter. #tribunnews

Loading...