loading...
Kondisi korban tewas di gempa Palu-Donggala berserakan usai ditemukan

 

SEMARANG- Kunto Agung Krisnadi, mahasiswa jurusan Planologi, Universitas Sultan Agung Semarang asal Palu mengadu ke Gubernur Jateng. Kunto mengadu pingin pulang ke Palu.

Menurut rencana, rombongan relawan di bawah komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng berangkat ke Palu pada 6 Oktober 2018.

Loading...

Kunto mengadu ke Ganjar dengan harapan agar dibantu untuk pulang kampung. Kunto mengaku khawatir, Lantaram pasca bencana gempa dan tsunami, anggota keluarganya tidak dapat dihubungi.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Rumah Kasmeja di Kaligondang. Petugas Pemadam Dikerahkan Padamkan Kobaran Api 

Merespon aduan dari Kunto, Ganjar kemudian memberikan jalan keluar yaitu agar Agung menghubungi mahasiswa lain asal Palu yang kuliah di Jawa Tengah kemudian mendaftar ke BPBD Jateng. Namun Kunto Agung bersama teman-temannya sekaligus menjadi relawan untuk membantu korban di sana.

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS Kabupaten Semarang 2019, Ada 10 Formasi Penyandang Disabilitas dan Lulusan Cumlaude. Berikut Penjelasannya! 

“Segera daftar ke BPBD sekalian jadi relawan berangkat sama rombongan,” kata Ganjar.

Agung pun langsung menerima. Dia mengaku siap menjadi relawan asalkan bisa pulang dan tahu kondisi keluarganya.

Terpisah, Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, menyampaikan, sesuai hasil rapat  koordinasi bersama dengan Gubernur Ganjar Pranowo, pihaknya menyiapkan logistik dan personel untuk membantu proses evakuasi korban pascagempa di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Tagih Janji, Ratusan Warga Demo PLTU Kesugihan. Ratusan Polisi Disiagakan Amankan Lokasi Demo 

Rencananya, bantuan logistik dan sejumlah relawan tersebut akan diberangkatkan mulai 6 Oktober mendatang melalui jalur laut.

“Berangkat dengan kapal dari Semarang tanggal 6 Oktober dan transit Surabaya dulu, kemudian tanggal 7 baru ke Palu,” terang Sarwa Pramana.  Satria Utama

 

Loading...