loading...
Loading...
Bupati Karanganyar saat memberi bantuan untuk Ida Ayu. Foto/wardoyo

KARANGANYAR-  Ida Ayu Riski Susilowati (18), siswi SMK Bhakti Karya Karanganyar yang mengentak lewat kisah jualan ciloknya, membuat terperangah pejabat Karanganyar. 

Pasalnya, saat ditawari hendak dibelikan sepeda oleh Bupati Juliyatmono, siswi kelas XII yang diketahui yatim itu sempat menolak.

Penolakan itu disampaikan Ida saat dipanggil menemui bupati di ruang kerjanya dua hari lalu. 

“Tak kasih modal kalau masih mau jualan. Biar usaha berkembang. Itu bakat namanya. Tidak semua bisa usaha seperti itu. Kami bangga ada anak sekolah kreatif tidak malu berjualan sambil belajar. Itu bagus. Orang sukses dimulai dari kerja keras yang halal,” ujar Juliyatmono saat bertemu Ida. 

Di hadapan bupati, Ida sempat mengutarakan keahliannya selain membuat cilok adalah mengesol sepatu. Keahlian itu didapat dari melihat ayahnya, Sukirno, saat masih hidup dan memperbaiki sepatu.

“Bisa jahit? Kalau bisa, saya belikan mesin jahit. Bisa ambil pesanan konveksi. Belajar. Buat tambahan penghasilan. Tetapi, sekolah harus utama karena yang bikin pinter itu sekolah. Sekolah bangga ini harus jadi inspirasi,” jelas Bupati.

Selain membebaskan biaya sekolah, memberikan modal usaha, dan membelikan mesin jahit, Bupati masih memberikan hadiah lain. Bupati akan menyalurkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Dia juga meminta perangkat desa mengecek kondisi Ida dan adiknya di rumah. 

“Nanti dicukupi beras biar uang hasil usaha ditabung. Harus didampingi. Saya belikan lemari es juga untuk nyimpen bakso yang sudah dibikin. Jadi jualanmu lebih banyak. Uang yang dihasilkan juga lebih banyak,” ujar dia.

Obrolan di ruangan bergeser ke halaman. Bupati ingin mencicipi cilok bikinan Ida. Setelah menghabiskan tiga butir cilok, Bupati mengaku kenyang. Seperti biasa, Bupati ingin menjajal rasanya menjadi pedagang cilok. Dia mengendarai gerobak cilok dan mengenakan caping butut milik Ida. 

Wah abot ngene sepeda ne. Abot,” tutur Yuli sembari berusaha menjaga keseimbangan laju gerobak.

Begitu memarkir sepeda, dia berjanji akan membelikan sepeda untuk Ida. Gadis berkerudung itu hanya tersenyum sembari memainkan ujung kerudung. Berulangkali Bupati memaksa mengganti sepeda milik bibi Ida yang dipinjam untuk berjualan itu. Ida pun akhirnya tak kuasa menolak lagi.

Namun ia punya permintaan bahwa jika dibelikan sepeda jangan yang berharga tinggi.

“Tetapi jangan mahal-mahal ya pak,” celetuk dia.

Pertemuan mengharukan itu ditutup dengan jabat tangan Ida kepada orang pertama di jajaran Pemkab Karanganyar itu. Bupati meminta Ida mempertahankan semangat belajar dan berusaha di tengah keterbatasan. Ia juga berharap generasi muda lainnya meneladani semangat Ida berjuang meningkatkan taraf hidup. Wardoyo

Baca Juga :  Sambangi Pabrik Acidatama di  Karanganyar, Menteri Pertanian Ingatkan  Pengunaan Zat Kimia Yang Ramah Linkungan! 
Loading...