loading...
Loading...
Foto barang bukti sweater di mayat yang dicor di jembatan Grogol, Sukoharjo. Foto/Istimewa

SUKOHARJO – Misteri temuan mayat dicor dalam drum di bawah Jembatan Grogol, Desa Pondok, Sukoharjo, perlahan mulai terungkap. Polisi setempat terus mengintensifkan penyelidikan guna mengungkap identitas mayat yang diduga dibunuh secara sadis itu.

Penyelidikan kini diarahkan untuk mencari benang merah korban dengan barang-barang yang ditemukan di lokasi. Diantaranya benda-benda krusial seperti temuan sprei motif bunga, bulu ayam dan sweater bertuliskan Black Endt.

Setelah hasil autopsi dari RS DR. Moewardi keluar, diketahui korban ada luka memar di bagian kepala akibat benturan benda keras. Termasuk jenis kelaminnya dan juga perkiraan usia korban dan perkiraan waktu meninggalnya.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Arti Winning Hearts and Minds di Kaos Olahraga Baru Anggota Kodim 0726 Sukoharjo

“Hasil autopsi akan kita kembangkan untuk penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek Grogol AKP Dani Herlambang kepada wartawan, Minggu (28/10/2018).

Selain itu, petugas masih mencoba menemukan barang bukti baru yang diharapkan bisa membuka tabir kematian korban.

Salah satu di antaranya di bagian mayat korban ditemukan bulu ayam, serat celana berbahan jeans juga sebuah kaos sweater bergaris warna putih hitam, berukuran L, ada tiga buah kancing dan tulisan Black Endt di dada sebelah kiri.

Selain itu, ditemukan juga sebuah sprei berwarna warna putih dengan motif bergambar bunga, sarung kotak-kotak warna biru putih dan celana dalam pria warna cokelat.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masjid Al Mukhlisin Dukuh Tundungan Desa Cabeyan Kecamatan Bendosari Sukoharjo Mulai Dibangun. Segini Jumlah Bantuan yang Diberikan Bupati

“Temuan sweater bergaris hitam putih bertuliskan Black Endt di dada sebelah kiri, diharapkan menjadi pembuka kasusnya,” ungkapnya.

Sebab itulah, pihak kepolisian dari Polsek Grogol akan berusaha mempublikasikan ciri-ciri korban ke masyarakat. Selama beberapa waktu pihaknya belum menerima laporan kehilangan orang.

“Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa melapor ke pihak kepolisian,” urainya.

Sementara itu, kondisi mayat yang sudah berbentuk tulang tersebut saat ini masih disimpan di RSUD Dr Moewardi. (Wardoyo/*)

Loading...