Pantai Sedahan di Gunungkidul Sangat Menawan, Tapi Hati-hati Karena Ombaknya Membahayakan

Iluatrasi/tribunnews

GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul kaya akan objek wisata alam, khususnya pantai. Ada banyak pantai mukai dari pantai Baron, Krakal, Kukup, pantai Drini, Indrayanti hingga pantai Sedahan di Kecamatan Girisubo.

Pantai Sedahan di Kecamatan Girisubo  ini memang menawarkan keindahan yang berbeda dibanding pantai lainnya, karena suasananya seperti pantai milik pribadi.

Namun dari keindahan tersebut memiliki ancaman berupa palung yang belum diketahui dalamnya. Lengah sedikit saja akan sangat berbahaya bagi wisatawan.

Dalam kurun waktu beberapa pekan ini pantai sedahan telah memakan korban beberapa di antaranya hingga merenggut nyawa pengunjung.

Seperti pada Sabtu lalu (13/10/2018), sebanyak empat pengunjung mengalami laka laut tergulung gelombang Pantai Sedahan.
Tiga korban dapat diselamatkan, namun nahas bagi Lutfi Priyambhodo yang hingga, Minggu (14/10/2018), masih dalam pencarian.

Koordinator Tim SAR wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Hondoko membenarkan di Pantai Sedahan terdapat palung yang dapat membahayakan para pengunjung. Selain itu kedalaman palung belum diketahui.

Selain adanya palung, arus di sekitar palung juga dinilai deras dan membahayakan bagi para pengunjung.

“Jika dilihat dari pantai biasa saja sama dengan permukaan pada umumnya, namun sangat berbahaya jaraknya juga tidak terlalu jauh dari bibir pantai,” ujar Sunu, Minggu (14/10/2018).

Banyaknya korban selama beberapa pekan ini, petugas akan menambah papan peringatan dan penjagaan pantai juga semakin diperketat.

“Itu dilakukan untuk memininalisir korban berjatuhan baik itu luka ringan higga merenggut nyawa,” imbuhnya.

Anggota operasi pencarian korban berjumlah 15 orang yang terdiri dari SAR Satlinmas Korwil I, Basarnas, dan pihak kepolisian, pencarian mulai dari jalur darat untuk memantau dari atas tebing.

“Selain darat juga dilakukan penyisiran 200 meter dari tempat kejadian perkara, dan radius 300 meter menggunakan perahu,” imbuhnya.

Hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memastikan korban masih selamat atau sudah meninggal.

“Melihat dadi pengalaman kemungkinan terburuk seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu Humas Basarnas DIY Pipit Erianto membenarkan kejadian tersebut.

Hingga saat ini korban masih belum ditemukan, dan menerjunkan 2 tim yaitu tim darat dan tim laut.

“Basarnas mengerahkan 25 orang, penyisiran dibagi menjadi 3 regu, regu satu menyisir area timur melalui tebing radius 500 meter,
Regu 2 melakukan penyisiran di tebing sisi barat, regu 3 melakukan penyisiran di daerah TKP.

Untuk tim laut menggunakan 1 Kapal 6 GT dengan 4 personil, dan 1 perahu jukung dengan 4 personil,” terangnya.

Pipit menambahkan korban terseret di daerah palung di Pantai Sedahan. #tribunnews