loading...
Loading...
Tangkapan layar ekspresi tiga siswi yang disebut merupakan siswi SMK Sumberlawang saat melakukan video vlog berisi ujaran vulgar. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Masyarakat dan kalangan pengguna media sosial Sragen dihebohkan dengan rekaman video yang diduga diperankan oleh tiga orang siswi. Siswi yang disebut berstatus pelajar di sebuah SMK swasta di Sumberlawang itu mengunggah video vlog berkalimat kasar dan tak pantas.

Dalam video berdurasi 24 detik itu, tiga siswi berhijab itu terlihat masih mengenakan seragam sekolah. Video itu beredar dan jadi perbicangan hangat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Spektakuler, 24 Dalang Kondang Sragen Tampil Nonstop 24 Jam Meriahkan Hari Wayang Sedunia. Ketua Pepadi Jateng Berharap Wayang Makin Dicintai Masyarakat

Lokasi video terlihat di tepian hutan di sebuah lokasi di wilayah Sumberlawang. Dalam video itu, ketiganya silih berganti menyampaikan kalimatnya.

Isi dari kalimat mereka yakni “Tak kandani Lur, Sumberlawang keras Lur. Siji, paketanmu entek bojomu tak pek. Loro, hubungan tak direstui dedek bayi pun jadi.

Telu, sekolah tanpo gincu ra payu. Sing paling tragis Lur. Kowe sing ditumpaki aku sing dirabi”.

Dalam bahasa nasional, kalimat mereka kira-kira berarti seperti ini. “Saya beritahu Lur. Sumberlawang keras Lur. Satu, paketanmu habis suamimu tak ambil. Dua hubungan tak direstui adik bayi pun jadi. Tiga, sekolah tanpa lipstik nggak laku. Yang paling tragis kamu yang dinaiki aku yang dinikahi”.

Baca Juga :  Fix, UMK Sragen 2020 Resmi Diusulkan 1,8 Juta ke Gubernur. Naik 8,51 % dari Tahun Lalu 

Video itu menyebar di dunia medsos dan beredar luas berantai via whatsapp (WA). Sejumlah warga Sumberlawang yang menonton video itu mengaku miris dan menyesalkan perilaku siswi yang berujar tak pantas.

Baca Juga :  Daftar Harta Ratusan Juta Yang Ludes di Insiden Kebakaran 3 Rumah di Gemolong Sragen. Dari Emas 20 Gram, Bahan Mebel Hingga 50 Karung Gabah

“Hanya satu kata. Terlalu,” ujar, Man, salah satu warga Sumberlawang, seusai menonton video itu, Jumat (5/10/2018).

Senada, Joko, warga Sragen yang menerima video itu dan menonton juga menyayangkan aksi siswi yang dengan vulgar berbicara sesuatu yang tak pantas.

Mereka berharap video itu bisa dilacak dan para pelakunya bisa diberi pembinaan. Wardoyo

 

Loading...