loading...
Loading...
Aksi galang dana seniman Sukowati di jalan raya Sukowati depan Pemkab Rabu (10/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ratusan seniman Sragen yang tergabung dalam Seniman Sukowati melakukan penggalangan dana untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka mengumpulkan dana dengan cara unik yakni mengamen secara massal di depan Kantor Pemkab Sragen atau Alun-alun Sasana Langen Putra, Rabu (10/10/2018).

Tidak tanggung-taggung, dari aksi saweran pengendara jalan, mereka mampu mengumlulkan dana hingga Rp 55 juta.

“Ini kegiatan dari Seniman Sukowati yang terdiri dari beberapa komunitas, ada komunitas MC, komunitas vokal, bass, seruling dan lainnya. Ini bentuk kepedulian seniman Sragen atas bencana di alam yang ada di Palu, Sigi dan Donggala,” kata Ketua Penggalangan Dana Seniman Sukowari, Robin Budi Santosa.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut 2 Motor di Sidoharjo Sragen. KLX Mahasiswa Gasak Mio, Satu Buruh Pabrik Meninggal Dunia 

Robin menyampaikan, kegiatan penggalangan dana tersebut dilakukan selama enam hari sejak Jumat (5/10/2018) lalu hingga Kamis (11/10/2018) besok dengan berganti-ganti ke sejumlah titik lokasi.

Mereka berpindah-pindah dari kecamatan satu ke lainnya mencari tempat yang dinilai strategis terutama di pingggir jalan raya yang banyak dilalui kendaraan.

Baca Juga :  Wacana Perang Anti Money Politik di Pilkades Sragen. Sugiyamto Ingatkan Bisa Jadi Bumerang Bagi Pemkab dan Kuburan Bagi Calon! 

Mulai dari Kecamatan Masaran, Pilangsari Ngrampal, Sukodono, Simberlawang, Tangen, Jenar, Kecamatan Gesi dan Alun-alun Sragen serta terakhir Kecamatan Sambirejo yang bakal digelar pada Kamis (11/10/2018).

Robin menyatakan hingga Rabu pagi, pihaknya berhasil menghimpun dana sekitar Rp 55 juta. Total dana yang diperoleh dari hasil ngamen para seniman tersebut nantinya bakal diserahkan kepada korban bencana alam di Palu dan Donggala melalui Dinas Sosial Sragen.

Pemilik organ tunggal Kresindo Musik tersebut menambahkan, pihaknya mengerahkan sekitar 200 seniman dari berbagai komunitas. Mereka menunjukkan keahlian masing-masing dan bernyanyi di trotoar perempatan lampu merah Pemkab Sragen.

Baca Juga :  Usai Panasi Mobil, PNS Muda di Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kontrakan 

Setiap lampu menyala merah, secara serempak sambil membawa kardus mereka minta sumbangan kepada pemakai jalan yang berhenti. Sekaligus mereka memberi hiburan gratis kepada masyarakat yang melintas.

“Harapan kami menghimbau temen-temen seniman yang biasanya suka dilayani, hanya mendapatkan bayaran, kami ajak untuk sama-sama merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di Palu dengan turun ke jalan,” pungkas Robin. Wardoyo

Loading...