JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pendaftaran CPNS Tahun Ini Dipenuhi Kaum Milenial, 100 Persen Anak Muda

Ilustrasi | joglosemarnews.com
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi | JOGLOSEMARNEWS.COM

JAKARTA – Pemerintah benar-benar mengutamakan anak-anak muda dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi Syafruddin mengatakan, 100 persen pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS merupakan 100 persen generasi milenial.

Syafruddin mengatakan Kementerian PANRB dan lainnya memang menarik sebesar-besarnya kaum milenial tahun ini.

“Alhamdulillah dalam Penerimaan CPNS yang sekarang ini, yang mendaftar itu 3,8 juta dan yang pasti itu 100 persen kaum milenial, tidak ada kaum tua seperti saya,” kata Syafruddin di Djakarta Theater, Minggu (28/10/2018).

Baca Juga :  Ramai Wacana Pajak Sepeda, Ini Tanggapan dari Kemenhub

Syafruddin mengatakan pendaftar CPNS dibatasi umur, maksimal sekitar 30 tahun.

“Yang kepala 3 sekitar 10 persen. Rata-rata kepala 2, sekitar 20 tahunan sekian,” kata Syafruddin.

Menurut dia pemerintah akan mengambil sekitar 238 ribu CPNS dari 3,8 juta yang mendaftar. Hal itu, kata Syafruddin bertujuan agar aparat di pemerintah pusat dan daerah lebih kompetitif.

“Kami harapkan kaum milenial akan bisa berkontribusi besar kepada bangsa Indonesia terutama sumber daya manusia aparatur negara yang akan masuk dalam pemerintahan baik di pemerintah pusat atau daerah,” ujar Syafruddin.

Bahkan, ujar dia, posisi guru-guru akan diisi oleh generasi milenial. Syafruddin mengatakan tahun ini pemerintahan pusat dan daerah akan menghasilkan orang-orang yang kredibel untuk menjadi penentu dan pelaksana kebijakan.

Baca Juga :  Pemakaian Kantong Plastik Dilarang, APPBI: Sanksi Cabut Izin Usaha Tidak Tepat

“Pemerintahan birokrasi dari tingkat nasional sampai daerah. Mudah-mudahan hasil tahun ini bisa kita rasakan tahun depan,” ujar Syafruddin.

Lebih lanjut Syafruddin berharap grade sumber daya manusia Indonesia, terutama aparatur, bisa lenih meningkat di mata dunia.

“Sekarang di posisi 54, kita akan kejar. Saya yakin dengan masuknya kaum muda itu akan berubah bisa naik 10 grade,” ujar Syafruddin.

www.tempo.co