loading...
Ida Fauziyah: Foto: JSnews/Satria Utama

SEMARANG– Geliat dan suhu politik menjelang Pilpres 2019 semakin memanas di wilayah Jawa Tengah. Sejumlah tokoh politik terus bermanuver meraih simpatik masyarakat untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusungnya. Seperti halnya mantan calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku akan terjun langsung untuk menggarap para kaum perempuan di Jateng untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. “Saya akan fokus dan lebih khusus menggerakkan kaum perempuan di Jateng untuk memenangkan pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” kata Ida, belum lama ini.

Baca Juga :  Hendak Maling Jemuran, Remaja Asal Jompo Mendadak Terpental dan Tewas Mengenaskan 

Menurut Ida yang saat ini sebagai Koordinator Seknas “Super Jokowi” ini, dukungan para kaum perempuan saat dirinya maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilkada Serentak tanggal 27 Juli 2018 lalu memang cukup signifikan.

Ia menyatakan, bahwa dukungan itu akan lebih dioptimalkan lagi.

Loading...
Baca Juga :  24 Komplotan Begal dan Bandit Curanmor di Cilacap Digulung Polisi. Diamankan 26 Motor Curian dan Perangkat Elektronik 

“Tentunya bersama suara-suara dari parpol koalisi yang sama-sama mendukung pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” sambung dia.

Ida yang juga menjadi ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menambahkan bahwa “Super Jokowi” sudah terbentuk di berbagai provinsi yang ada. Untuk selanjutnya, lanjut Ida, LKK PBNU akan bekerja nyata di lapangan untuk mengajak dan mengambil hati kaum perempuan untuk memilih Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin.

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS Kabupaten Semarang 2019, Ada 10 Formasi Penyandang Disabilitas dan Lulusan Cumlaude. Berikut Penjelasannya! 

“Bersama parpol koalisi Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin kami menargetkan bisa meraih 80% di Jawa Tengah,” sambung dia.

Ida juga mengimbau kepada seluruh relawan Super Jokowi untuk mengawal pemilu yang damai. Begitupula dalam menggunakan sosial media harus bijak dan anti politik SARA.

“Pemilu yang kita galakan adalah pemilu damai dan anti politik SARA,” imbuh dia. Satria Utama

Loading...