loading...
Loading...
Salah satu foto kaos yang ditemukan bersamaan dengan penemuan mayat di luweng Bakalan. Foto : Facebook.

WONOGIRI-Penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di kedalaman luweng Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro hingga kini masih menjadi teka-teki. Pasalnya sampai saat ini belum terkuak identitas korban, selain itu penyebab kematian juga masih menjadi tanda tanya.

Hal ini kemudian menimbulkan rasa penasaran yang tinggi bagi publik. Terlebih ketika beberapa foto barang yang diduga merupakan milik korban beredar di dunia maya.

Penelusuran Joglosemarnews.com, setidaknya ada dua macam foto barang korban yang beredar. Meliputi pakaian korban, baik kaos, pakaian dalam, maupun semacam celana.

Barang-barang tersebut sudah dalam kondisi rusak dan bercampur tanah. Sehingga tidak jelas warna aslinya. Hanya saja pada bagian depan kaos terdapat tulisan seperti The Real Thing dengan latar warna merah

Baca Juga :  3 Kecamatan di Wonogiri Diterjang Angin Kencang. 5 Rumah dan 1 Bangunan Bengkel Rusak

Foto selanjutnya adakah helm diduga milik korban. Helm halfface berwarna ungu bermerk Ink. Terdapat tulisan Troy.co, 08:26, dan Brotherhood Tatto.

Warga Kecamatan Baturetno, Doni mengatakan, foto yang beredar di media sosial ditemukan bersamaan dengan penemuan mayat di luweng. Dia mengaku mengikuti proses evakuasi mayat oleh tim gabungan SAR, kepolisian, TNI, dan lainnya.

“Iya, Mas. Itu barang-barang di foto menurut saya ya punya korban,” jelas dia, Senin (1/9/2018).

Dia juga mengatakan, saat ini aktif mencari tahu di jejaring pertemanannya soal perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga :  Ini Penampakan Pohon Gadog Raksasa Setinggi 25 Meter di Gebangharjo Kecamatan Pracimantoro Wonogiri. Namun Akhirnya Dipotong Karena Rawan Tumbang

“Foto barang itu bisa jadi petunjuk untuk menguak identitas korban,” jelas warga Pracimantoro, Sinta.

Seperti telah diwartakan, mayat ditemukan di kedalaman 25 meter di luweng Dusun Bakalan RT 1 RW 2, Desa Gambirmanis Kecamatan Pracimantoro. Kali pertama ditemukan oleh Tim Peneliti Sumber Air dari UGM Yogyakarta.

Salah satu anggota tim, Muhammad Hafis (26), mahasiswa UGM, ketika melakukan observasi di saluran luweng, melihat benda seperti sesosok mayat masih mengenakan helm. Dia kemudian memberitahukan ke rekannya, Sigit (42). Setelah mereka yakin bahwa benda itu adalah mayat, segera melaporkan penemuan itu ke Polsek Pracimantoro. Aris Arianto

Loading...